oleh

Proyek Irigasi Salah Bestek, DPRD Lutim Sebut Kontraktor Bekerja tak Sesuai Prosedur

RADARLUWURAYA.com – Pasca rampungnya proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena Kabupaten Luwu Timur yang bermasalah, menuai sejumlah sorotan.

Sebelumnya proyek ini pernah disoroti oleh Direktur Pusat Kajian Advokasi (PUKAT) Sulsel, Farid Mamma.

Baca Juga; Proyek Irigasi di Lutim Dengan Anggaran 32 Miliar Minta Diusut

Selain itu proyek ini juga menyita perhatian Wakil Ketua DPRD Luwu Timur, M Siddik. Diakuinya, jauh-jauh hari proyek ini mengalami pro dan kontra dikalangan masyararakat.

“Yang jelas sejak awal proyek ini ada pro dan kontra,” tutur Wakil Ketua DPRD Lutim, Kamis (14/2)

baca Juga; Proyek Iirigasi di Luwu Timur Diduga Ada Penyimpangan Anggaran

Selain itu, pihaknya juga mengaku pernah mengingatkan kepada pemilik proyek untuk melakukan pengawasan terhadap kontraktor proyek tersebut. Namun tak diindahkan hingga akhirnya proyek tersebut akhirnya bermasalah usai dirampungkannya.

“Sejak awal kami sudah ingatkan semua pihak bahwa kontraktor tidak berkerja sesuai prosedur sebagaimna mestinya,” jelasnya.

Sehingga hal ini mengundang kecurigaan Wakil Ketua DPRD Luwu Timur ini terkait adanya permainan anggaran.

Sebab menurutnya, rasio anggaran proyek yang sangat besar tak sesuai dengan hasil fisik proyek yang baru rampung mengalami sejumlah kerusakan di berbagai titik.

“Kuat dugaan menyalahi bestek tetapi tidak diindahkan (pemilik proyek),” tegasnya.

Untuk mencari solusi terhadap persoalan ini, pihaknya meminta Dinas PUPR Luwu Timur untuk berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang agar retensinya bisa digunakan atau dalam upaya perbaikannya.

Sekedar diketahui, proyek ini merupakan proyek provinsi yang ditangani langsung oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang.

Proyek ini diperkirakan menelan anggaran senilai Rp32 Miliar yang bersumber dari APBN. (*)

Komentar