oleh

Proyek Pembangunan Kantor Pengadilan Agama Malili Belum Miliki Izin Lingkungan

LUTIM, RADARLUWURAYA – Pengerjaan proyek pembangunan kantor Pengadilan Agama Malili ternyata belum dilengkapi izin lingkungan. Hal itu diungkapkan Kabid Penataan dan Penaata Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Luwu Timur, Nasir Dj.

Dia mengatakan pengerjaan proyek yang menelan anggaran negara sebesar Rp 19.895.583.000 itu belum mempunyai izin lingkungan.

“Mereka belum pernah mengurus izin lingkungan. Tapi kami akan koordinasikan kepada mereka agar segera mengurus dokumennya,” kata Nasir, Rabu (13/1/2021).

Nasir melanjutkan, dalam dokumen izin lingkungan, ada beberapa instrumen yang harus dipedomani kontraktor agar tidak merusak lingkungan.

“Jika sudah ada dokumen lingkungan tidak akan terjadi seperti sekarang. Ada arahan yang diberikan bagaimana mereka bekerja tanpa harus merusak lingkungan,” ujarnya.

DLH juga berencana bakal terjun ke lapangan untuk melihat dampak lingkungan yang ditimbulkan dari proyek tersebut. “Rencananya kami akan ke sana besok,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian Alwi menyayangkan material proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili yang mengotori jalan.

Legislator Hanura itu mengatakan konsultan pengawas dan PPK harusnya menegur kontraktor karena berpotensi merugikan pengendara. Apalagi bila hujan turun dipastikan jalan licin sehingga dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

Sejumlah warga juga mengeluhkan material proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili. Pasalnya material berupa tanah merah, pasir dan kerikil itu mengotori jalan yang membuat pengendara tidak nyaman.

Tersebarnya tanah dan krikil tersebut disebabkan adanya aktivitas proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili. Mobil proyek yang mengangkut material berupa tanah dan kerikil tertumpah di jalan, saat menuju lokasi proyek.

Diketahui proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili menelan anggaran Rp 19.895.583.000. Pelaksana proyek itu, PT. Jonjoro Panrita Kampong. Perencana, CV Matra Desain dan Pengawas, CV Cipta Estetika Konsultan. (cha)

Komentar