oleh

PT Vale Tidak Bayar Ganti Rugi Lahan Warga, Geram Gelar Aksi Ujuk Rasa

RADALUWURAYA.com – Himpunan Mahasiswa Luwu Timur (HAM-Lutim) Batara Guru dan masyarakat Towuti yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Rakyat (Geram) mengelas aksi unjuk rasa di pertigaan Enggano, Desa Asuli Kecamatan Towuti Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, Jumat (8/3).

Dalam aksinya, Geram menuntut PT Vale Indonesia Tbk, segera memenuhi tuntutan masyarakat Lingkar Tambang Pesisir Towuti.

PT Vale dinilai sudah puluhan tahun belum juga menepati janjinya, utamanya membayar ganti rugi lahan warga yang tenggelam di lima Desa Pesisir Towuti.

 

BACA: 

Wawali Palopo Buka Champlish ke-14 IAIN Palopo

 

Geram juga menuntut agar PT Vale segera merealisasikan konfensi tanah tenggelam di lima Desa di Pesisir Towuti, Penyaluran air air bersih di tiap desa di Kecamatan Towuti segerah diberlakukan, berdayakan masyarakat lokal dalam ketenagakerjaan PT Vale, dan realisasikan janji program perkebunan Pinanghill.

“PT Vale harus membayar lahan warga. Sudah terlalu lama warga menunggu dan dijanji,” tandas Jendral Lapangan, Erick Estrada.

Usai orasi, massa Geram ditemui Management PT Vale, dan kemudian dilakukan mediasi di Aula Kantor Camat Towuti.

 

BACA:

Wakil Wali Kota Palopo Apresiasi Olahraga Bersama TNI Polri

 

Hadir dalam mediasi itu, Drs Alimuddin Nasir (Camat Towuti), Kompol M Rifai (Kabag Ops Polres Lutim), Kompol Samurai A (Kapolsek Nuha), Kapten Dahlan (Danramil Nuha), AKP Zainuddin (Kabag Ren Res Lutim), AKP Joddy T (Kasat Sabhara Polres Lutim), Iptu Palmer S (Kasat Intel Res Lutim), Iptu Eli Kendek (Kapolsek Towuti), dan Exsternal PT Vale, yakni Yusri Yunus, M Sahir, dan Mifta Huddin.

Camat Towuti, Drs Alimuddin Nasir mengungkapkan, terkait tanah tenggelam yang berada di pesisir danau, ia mengaku pihaknya dan PT Vale akan membuat payung hukum terlebih dahulu.

“Setelah ada kesepakatan, kami dan PT Vale akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait pengadaan air bersih tersebut, dan akan menyelesaikan semua permasalahan yang terjadi,” tandasnya.

 

BACA: 

Soal Pencabutan Izin Apotik ‘Bandel’, Polres Palopo Koordinasikan dengan Pemkot Palopo

 

Sementara itu, Pihak PT Vale, mengaku, sejak tahun 2000, pihaknya telah dilakukan kesepatakan bersama pemilik tanah tenggalam. Saat itu, telah dibayarkan secara bersamaan bagi yang telah melengkapi administrasinya.

“Tanah tenggelam yang ada di pesisir danau, segera dibayarkan, apabila syarat dan administrasi telah lengkap,” terangnya.

PT Vale juga mengatakan di akhir tahun 2018, telah membentuk tim independen terkait permasalahan air bersih di wilayah lingkar tambang. Hingga saat ini, tengah bekerja, hanya saja membutuhkan proses dan waktu yang cukup lama.

 

BACA: 

Pupuk Solidaritas Jelang Pengamanan Pemilu 2019, TNI-POLRI di Palopo Olahraga Bersama

 

Mediasi antara Pemerintah Kecamatan Towuti, PT Vale, dengan Aliansi Gerakan Mahasiswa dan Rakyat, tidak menghasilkan kesepakatan.

Massa meninggalkan aula kantor Camat Towuti, dan mengancam akan kembali aksi lanjutan sampai semua tuntutannya dipenuhi. (*)

Komentar