oleh

Ratusan Mahasiswa UMI Makassar Peringati Peristiwa AMARAH Berdarah

RADARLUWURAYA.com – Ratusan Mahasiswa Universitas Muslim Indonesia (UMI) peringati tragedi berdarah pasca 23 Tahun peristiwa April Makassar Berdarah (AMARAH) yang terjadi 24 April 1996 silam, Rabu (24/4).

Koordinator Aksi amarah UMI, Erwin Fatighana menyebutkan, Amarah menjadi peristiwa bersejarah bagi mahasiswa UMI dan masyarakat Makassar.

“Peristiwa 23 tahun lalu itu awalnya adalah bentuk unjuk rasa dari mahasiswa UMI Makassar yang menolak adanya kenaikan tarif angkutan umum pada saat itu,” katanya.

Namun kata dia, aksi yang berlangsung selama beberapa hari pada April 1996 silam itu bahkan merenggut korban jiwa dari kalangan mahasiswa UMI akibat tindakan refresif aparat TNI – POLRI saat itu.

“Menurut berbagai sumber, pada peristiwa itu oknum TNI-POLRI melakukan tindak pelanggaran HAM kepada mahasiswa dengan melakukan penangkapan, penelanjangan kepada mahasiswa laki-laki, pemukulan hingga menghilangkan nyawa mahasiswa pada saat itu,” imbuh Erwin.

Dalam peringatan 23 Tahun peristiwa Amarah ini, aktivitas kampus UMI selama 2 hari diliburkan 24-25 April 2019.

Massa peringatan peristiwa AMARAH Berdarah, 24 April 1996.

Meski tak ada aktivitas di kampus UMI, namun ratusan mahasiswa UMI dari berbagai organisasi di kampus tersebut tetap memperingati peristiwa Amarah ini dengan melakukan ziarah kubur dan aksi demonstrasi di beberapa titik antara lain TMP Panaikang, TPU Dadi, M0numen Mandala, menara umi dan di depan Kampus UMI.

“Beberapa tuntutan dalam peringatan aksi massa Amarah memperingati Amarah, yaknk Revisi buku saku pasal 26 tahun 2018 dan melibatkan pihak kampus UMI ikut andil dalam peringatan Amarah,” demikian Erwin. (Nis/Ale)

Komentar