oleh

Relawan Jokowi Palopo Protes Simulasi Pilpres yang Digelar Polres

RADARLUWURAYA.com – Simulasi pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) yang digelar Polres Palopo, Sabtu ( 23/3), menuai sorotan dari kubuh Jokowi di Palopo.

Dalam simulasi tersebut menggambarkan calon nomor urut 2 unggul satu suara dari calon nomor urut 1 yang sama dengan Capres nomor urut 1 di pilpres kali ini.

Relawan Jokowi di Palopo, Herman Saputra mengatakan, seharusnya simulasi tersebut menggunakan Capres A dan Capres B.

 

BACA: 

Nomor Urut 2 Unggul di Palopo, Saksi Nomor Urut 1 Ngamuk

 

“Harusnya simulasi yang digelar Polres Palopo menggunakan Capres A dan Capres B, bukan dengan menggunakan nomor urut 1 dan 2,” kata Herman, Sabtu (23/3).

Menurutnya, dengan penggunaan nomor urut paslon seolah menggiring opini.

“Ini seolah capres nomor urut 2 menang yang identik dengan nomor Prabowo-Sandi. Apalagi yang laksanakan ini adalah institusi polri. Kita sangat sayangkan,” terangnya.

 

BACA: 

Remaja di Luwu Utara Ini Hamil Empat Bulan, Tak Disangka Pelaku Seorang Pendeta

 

Ia juga mengatakan, harusnya dalam simulasi ini Bawaslu dan KPU mampu mengingatkan pihak Polres Palopo.

“Tidak mungkin saksi capres nomor urut 1 akan melakukan protes seperti yang di semulasi, karena saksi capres nomor urut 1 adalah orang-orang yang profesional dan tidak mungkin terjadi,” ucapnya. (usman)

 

BACA: 

Bejat, Penjual Sayur Keliling di Luwu Utara Setubuhi Wanita Gangguan Mental

 

Komentar