oleh

Remisi Pelaku Pembunuhan Wartawan Terancam Batal

RADARLUWURAYA.com- Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto memastikan pemerintahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi akan mendengarkan aspirasi masyarakat untuk meninjau ulang pemberian remisi kepada terpidana seumur hidup I Nyoman Susrama. Nyoman merupakan otak pembunuhan wartawan Bali, AA Gde Bagus Narendra Prabangsa.

Hasto mengaku sudah berkomunikasi dengan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly terkait pemberian remisi itu.

“Tapi tentu saja presiden akan mendengarkan seluruh aspirasi rakyat,” kata Hasto usai memberikan pengarahan di Rakorcab DPC PDIP Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (26/1).

Menurut Hasto, pemberian itu memiliki dasar hukum yakni Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 174 Tahun 1999 tentang Remisi.

“Yang jelas, tidak ada sebuah keputusan yang dibuat tidak berdasarkan peraturan. Itu (berdasarkan) Keppres yang dibuat tahun 1999,” ungkapnya.

Ditambah Hasto, pihaknya akan menyampaikan aspirasi masyarakat itu kepada pemerintah. “Sebab kepemimpinan Pak Jokowi selalu mendengarkan rakyat,” katanya.

Sekretaris Tim Kampanye Nasional Jokowi – KH Ma’ruf Amin itu meminta pemberian remisi itu tidak dikaitkan dengan PDIP. Meskipun Susrama merupakan mantan calon anggota legislatif (caleg) dari PDIP.

Dia menegaskan bahwa PDIP sudah memecat Susrama sebagai kader partai pada 2009 silam.

“Yang namanya pembunuhan ya pembunuhan, jangan dikaitkan dengan PDIP,” katanya.

Hasto menegaskan sekali lagi bahwa sama sekali tidak benar ada kaitan remisi dengan partai. “Karena yang bersangkutan juga sudah dipecat,” ungkap Hasto.

Dia memastikan PDIP tidak memberikan toleransi terhadap tindakan pelanggaran hukum.

Bahkan, kata Hasto, instruksi harian Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga selalu mengingatkan untuk taat pada budaya hukum. (Jpnn)

Komentar