oleh

Reses, Alpian Alwi Jaring Aspirasi Masyarakat Madani

RADARLUWURAYA.com- Giat Reses Perseorangan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Luwu Timur. Reses perseorangam dilaksanakan Anggota DPRD Komisi III dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), Alpian Alwi, Daerah Pemilihan (Dapil) II Wotu-Burau.

Reses ini merupakan salah satu program kerja dan kegiatan pokok anggota DPRD sesuai Dapil masing-masing DPRD.

Reses perdana anggota DPRD Luwu Timur Komisi III, Fraksi Hanura, Alpian Alwi dilaksanakan di Dusun Bulembang, Desa Madani, Kecamatan Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Selasa (22/10/2019).

“Tujuan dilaksanakan kegiatan reses untuk memperoleh masukan-masukan dan menyerap atau mendengar aspirasi masyarakat, tentunya aspirasi rakyat yang diusulkan akan diprioritaskan” kata Alpian Alwi.

Dari hasil reses tersebut aspirasi masyarakat yang diserap mengeluhkan masalah Pendidikan, Pertanian dan Infrastruktur yang harus jadi prioritas Pemerintah melalui reses perseorangan yang baru pertama kalinya di laksanakan DPRD Luwu Timur di Desa Madani.

“Kita turun mendengar langsung aspirasi masyarakat karena hal ini adalah hal yang penting untuk masyarakat” jelas Alpian.

Dalam kegiatan tersebut Legislator Partai Hanura, asal Dapil II ini akan berusaha untuk memperjuangkan apa yang sudah menjadi keluhan masyarakat di desa-desa tersebut.

“Mudahan sebagian keluhan masyarakat ini ada yang bisa direalisasikan pada pembahasan nanti, kita berharap pemerintah daerah juga tidak tutup mata terkait masalah yang dihadapi masyarakat” harap Alpian.

Eks jurnalis ini berharap, besar harapan masyarakat kepada pemerintah daerah untuk merealisasikan apa yang mereka inginkan. Pasalnya, sekian lama Desa Madani belum ada anggota DPRD Luwu Timur yang mengadakan Reses.

Sementara itu, salah satu warga yang menyampaikan keluhanya kepada Alpian, Hairun warga Dusun NTB, Desa Maramba, Kecamatan Wotu, ia berterimakasih kepada Alpian yang menunjuk Desa Madani sebagai tempat reses perdananya.

“Karena hampir, bisa pastikan setelah anggota Dewan terpilih, sudah selamat tinggal, dan ini yang membuat masyarakat apatis dan pesimis memilih wakil – wakilnya disana, karena kalau sudah terpilih ya sudah masyarakat ditinggalkan,” ujarnya.

Lanjut Hairun, Masyarakat sebenarnya tidak meminta uang, namun masyarakat hanya meminta hal – hal seperti silaturahmi saja.

“Saya sangat mengapresiasi semoga bisa dipertahankan, sehingga dengan ini masyarakat bisa menyampaikan unek – unek masyarakat ke DPRD, karena kemana lagi masyarakat akan mengaduh, kalau anggota DPRD yang dipilih masyarakat tidak mau turun mendengar,” ujarnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *