oleh

Rocky Gerung Sindir Jack Lapian tak Pernah Belajar Logika

RADARLUWURAYA.com – Filsuf Universitas Indonesia (UI) Rocky Gerung membantah pernah menyebut kitab suci adalah fiksi.

Bantahan tersebut disampaikan untuk menanggapi laporan Sekjen Cyber Indonesia, Jack Boyd Lapian kepada dirinya atas dugaan tindak pidana penistaan agama.

Laporan Jack Lapian didasarkan pada ucapan Rocky di acara Indonesia Lawyers Club yang menyebut kitab suci adalah fiksi, April tahun lalu.

Dalam acara kuliah umum yang digelar Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida), Rabu (30/1) lalu, Rocky menyebut Jack tidak utuh dalam merangkum kata-katanya dan memenggal beberapa kalimat.

“Padahal saya enggak bilang begitu,” ujarnya.

Rocky menjelaskan bahwa pernyataannya itu merupakan sebuah silogisme berpikir atau suatu proses penarikan kesimpulan secara deduktif.

“Saya bilang ‘bila fiksi menimbulkan imajinasi, maka kitab suci itu adalah fiksi’. Itu namanya silogisme didalam cara berfikir. Bila maka. Bila bukan, (maka) ya bukan juga,” terangnya.

Dia kemudian menyindir pelapornya, Jack Lapian. Baginya, Jack tidak pernah belajar logika berpikir, sehingga memenggal pernyataan sesuai dengan asumsi yang diinginkannya sendiri.

“Yang dilaporkan ke saya, saya mengatakan kitab suci itu fiksi, dia (pelapor) penggal asumsinya,” kata Rocky.

“Artinya si pelapor tidak pernah belajar logika. Dan pasti dia bukan alumni Muhammadiyah. It’s a simple logic saudara,” pungkasnya disambut tepuk tangan hadirin. (RadarLuwuRaya/Rmol)

Komentar