oleh

Saddam: HMI Bukan Organisasi Politik

RADARLUWURAYA.com – Cabang-cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) seluruh Indonesia tidak seyogyanya ikut relawan pendukung pasangan calon presiden-calon wakil presiden.

“HMI adalah organisasi perkaderan, bukan mengurusi politik sehingga tidak ada alasan bagi semua kader ikut terlibat dalam relawan pemenangan dukung mendukung urusan Pilpres, ” tegas Ketua Umum Pengurus Besar HMI, Saddam Al Jihad dalam keterangan persnya, Jakarta, Minggu (2/9).

Saddam memperingatkan agar seluruh kader aktif tidak melibatkan diri dalam pusaran politik kepentingan. Program HMI untuk menyikapi Pemilu, lanjut Saddam sangat jelas yaitu membentuk relawan pemantau pemilu demi terciptanya demokrasi yang sehat, jujur, adil dan transparan. Bahkan PB HMI telah terakreditasi oleh Bawaslu RI sebagai pemantau dengan sertifikat bernomor 009/BAWASLU/VIII/2018.

“Makanya kami mengkampanyekan #2019HMIKawalDemokrasi. Itu hashtag politik kebangsaan kami. Tidak ada tagar lain yang dikonsepsikan HMI. Yang kami kedepankan adalah kaderisasi,” ujarnya.

Menurut Saddam, sudah jelas tidak etis secara keorganisasian apabila ada kader yang punya nuansa tendensius politik kepentingan politik golongan tertentu.

“Jelas menciderai organisasi HMI dan bagi kader yang masuk dalam kategori itu bisa berpeluang dikenakan sanksi karena secara moral menabrak independensi HMI,” katanya. (*)

Komentar