oleh

Satu TPS Tidak Boleh Lebih 300 Wajib Pilih

RADARLUWURAYA.com – Jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada Pemilihan Umum 2019 dipastikan bertambah. Pasalnya, jumlah pemilih dalam setiap TPS pada Pemilu 2019 akan dikurangi. Jika pada pilkada serentak 2018, terdapat TPS menampung wajib pilih sampai angka 500, maka pada pemilu 2019 hal itu tidak lagi dibenarkan.

Demikian diungkapkan Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Herman Khaeron, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (29/8). Penambahan jumlah TPS berkaitan erat dengan jumlah pemilih dan batas waktu maksimal penghitungan suara.

”Kalau merujuk pada UU Pemilu, (penghitungan suara) harus selesai pada hari itu juga. Itu kan, batasan waktu pukul 24.00 WIB,” ujar Herman.

Herman menjelaskan, awalnya jumlah pemilih dalan satu TPS adalah 500. Tetapi, dalam simulasi yang dilakukan itu membutuhkan waktu panjang untuk penghitungan suara, mengingat pemilu legsilatif dan pemilu presiden dilaksanakan serentak.

”Tetapi setelah dilakukan simulasi di Bogor dan di Tangerang dengan 500 pemilih, selesai pukul 04.00 WIB pagi, artinya melanggar acuan dalam UU,” katanya.

Sehingga, sambung Herman, kemudian disimulasilan bahwa satu TPS hanya melayani maksimal 300 pemilih. Hal ini pun masih dikaji bersama KPU dan Bawaslu.

“Dengan 300 pemilih itu dapat diselesaikan pukul 23.45 WIB, artinya masih masuk koridor waktu yang diatur oleh UU,” demikian Herman. (*)

Komentar