oleh

Satu Warga Kena Tebasan Parang di Pasar Malam Bua, Pelaku Masih DPO

RADARLUWURAYA.com – Pasar malam yang dilaksanakan di Lapangan Andi Maradang Bua ricuh. Satu warga asal Desa Posi kena tebasan parang.

Kapolsek Bua, Iptu Hasdin, melaporkan bahwa pihaknya langsung menangani kasus ini. Di malam kejadian, aparat Polsek Bua langsung menuju dan mengamankan lokasi.

Namun demikian, pelaku kericuhan saat itu sudah kabur dan hingga saat ini masih dalam pengejaran aparat kepolisian Polsek Bua dan di bantu resmob Polres Luwu.

“Satu warga asal Desa Posi bernama Basir umur 25 tahun menjad korban tebasan parang di lokasi pasar malam di Lapangan Andi Maradang, Bua,” ujar Kapolsek Bua.

Iptu Hasdin, mengaku telah mengidentifikasi nama pelaku yakni inisial BJ pemuda asal Kota Palopo tepatnya warga Mawa Kelurahan Sendana.

Untuk diketahui, korban saat ini masih dirawat intensif di RS Sawerugading. Dari hasil keterangan korban, menyebutkan bahwa dirinya adalah korban salah sasaran.

“Memang ada insiden sebelumnya, tetapi itu teman saya dengan pelaku. Kebetulan di pasar malam saya bersama mereka, tiba-tiba datang pemuda Mawa (pelaku). Teman saya lari jadi saya ikut lari. Saat itu saya terjatuh dan mereka menebas dengan parang belakang saya,” ujar korban yang dikutip oleh Kapolsek Bua.

Iptu Hasdin menjelaskan bahwa cerita korban yang di dengarnya menyebutkan teman korban memang pernah bermasalah dengan pelaku. Sehingga ketika mereka bertemu di pasar malam memicu terjadinya insiden.

“Jika mendengar cerita korban, pelaku memang berencana dan berniat mencari teman korban, apa lagi pelaku yang berjumlah lebih dari satu orang ini membawa senjata tajam,” ujarnya.

Untuk diketahui sejumlah pihak di Kecamatan Bua meminta pemerintah mengkaji ulang izin operasi pasar malam di Bua meski hanya seminggu atau sebulan saja.

Terkait permintaan ini Kapolsek Bua mengatakan telah merepatkannya dengan sejumlah pihak termasuk dengan tokoh masyarakat di Bua.

“Hasil kesepakatan pasar malam ini tetap buka dan sembari mempelajari situasinya. Jika keributan masih terjadi maka pasar malam yang rencananya sebulan ini dengan terpaksa kami hentikan dengan petimbangan kerawanan kantibmas,” tandasnya. (*)

Komentar