oleh

Sejumlah Warga Protes Karna Ditolak KPPS

RADARLUWURAYA.com, Palopo  – Sejumlah warga di Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Kota Palopo melakukan protes kepada petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di TPS 6, Rabu (17/4).

Pasalnya, baru pukul 12.00 WITA, surat C6 mereka ditolak. Akhirnya, mereka pun melakukan protes ke petugas KPPS.

Sempat terjadi debat mulut, namun akhirnya bisa diselesaikan. Personil Polres Palopo yang menerima laporan langsung ke TPS 6, namun kondisi sudah terkendali.

Tak lama kemudian, petugas KPPS kembali mengumumkan jika surat suara tidak cukup, maka pemilih yang menggunakan eKTP diarahkan ke TPS lain.

Kembali terjadi debat, warga Balandai yang ingin memilih menggunakan eKTP protes. Sebab, mereka sudah lama mengantri dan harus diarahkan lagi ke TPS lain.

Untungnya, Komisioner Bawaslu Ahmad Ali yang dihubungi langsung menghubungi KPU Palopo. Tak lama kemudian, Lurah Balandai dan Petugas KPU Palopo tiba di TPS 6.

Terkait kejadian tersebut, Lurah Balandai Hamsir, mengatakan jika daerahnya kacau gegara laporan.

“Kacau daerah ta gara-gara laporan,” sebutnya sambil berlalu dari TPS.

Sementara itu, Sarif, peserta pemilih mengatakan, andai saja masalah pemilih KTP tidak cepat ditangani oleh petugas KPU dan Lurah, tentu Ia akan meributi petugas KPPS.

“Untung Bawaslu Palopo cepat menghubungi KPU Palopo, andaikan ini dibiarkan, betul-betul saya akan ribut di TPS, saya sudah lama antri disini,” kata Sarif.

Ketua RT 2 RW 3, Kelurahan Balandai, Kecamatan Bara, Bambang, mengatakan, proses pemungutan suara di TPS 6 memang agak lambat dimulai.

“Baru dimulai sekitar pukul 08.30 Wita, karena logistik baru datang tadi pagi, dan proses administrasi agak lama, mungkin karena petugasnya masih baru,” kata Bambang. (Niki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *