oleh

Seleksi Capim KPK Dinilai Cacat Sejak Awal

RADARLUWURAYA.com, JAKARTA – Seleksi Calon Pimpinan (Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai cacat yuridis. Pasalnya, Panitia Seleksi (Pansel) menghapus salah satu syarat penting dalam proses seleksi.

Syarat tersebut, yakni penyampaian Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).

Hal tersebut, dikatakan oleh mantan ketua KPK, Abraham Samad, usai mengisi diskusi publik di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (7/9).

Dia mengatakan jika berdasarkan Undang-Undang (UU) KPK terdapat 11 syarat bagi Capim KPK agar dapat dinyatakan lolos.

Dimana salah satu syarat itu, adalah melaporkan harta kekayaannya apabila si Capim berlatar belakang seorang penyelenggara negara.

“Kemarin Pansel nggak menyaratkan itu, jadi orang bisa saja mendaftarkan tanpa menyampaikan laporan (LHKPN) dan itu berarti dia telah melakukan pelanggaran hukum dalam merekrut dalam seleksi itu makanya cacat yuridis hasilnya,” kata Samad, seperti dikutip dari, Rmol.id.

Diketahui, Pansel telah menyerahkan 10 nama kandidat Capim KPK kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (2/9) lalu.

Ada beberapa Capim yang belum lapor LHKPN dan dinilai ‘bermasalah’ tapi diloloskan oleh Pansel.

Mereka yang lolos sepuluh besar adalah Komisioner KPK Alexander Marwata, anggota Polri Firli Bahuri, auditor BPK I Nyoman Wara, jaksa Johanis Tanak, advokat Lili Pintauli Siregar, akademisi Luthfi Jayadi Kurniawan, hakim Nawawi Pomolango, akademisi Nurul Ghufron, PNS Sekretariat Kabinet Roby Arya, dan PNS Kemenkeu Sigit Danang Joyo.

Menurut Abraham Samad, nasib beberapa Capim KPK yang dianggap bermasalah itu saat ini, berada di tangan Presiden Jokowi.

Dirinya berpendapat, Presiden Jokowi bisa saja mengembalikan puluhan nama itu ke Pansel. Begitu juga dengan DPR yang telah menerima 10 nama Capim KPK dari presiden.

Ia menyatakan, DPR bisa saja menolak hasil seleksi Pansel.

“Tapi menurut saya yang paling tepat adalah presiden membentuk Pansel baru atau kalau DPR paham UU maka DPR harus tolak karena itu cacat yuridis,” kunci Abraham Samad. (*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *