oleh

Selisih Dua Suara, Warga Desa Malangke Tolak Hasil Pilkades

RADARLUWURAYA – Warga Desa Malangke, Kecamatan Malangke Luwu Utara menggelar aksi unjukrasa di Depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Luwu Utara, (15/10/18).

Para demonstran menuntut hasil Pilkades Malangke dianulir. Itu karena pada proses pelaksanaan Pilkades itu diduga terjadi banyak pelanggaran yang dilakukan salah satu oknum calon kepala desa.

Salah seorang orator, Andi Praja, saat menyampaikan aspirasinya menyebutkan jika pihaknya tidak menerima hasil Pilkades Malangke yang diduga sarat pelanggaran, dan meminta agar Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menganulir ketetapan pemenang pada Pilkades yang digelar baru-baru ini.

BACA JUGA : Begini Gaya Indah Saat Ikuti Rongkong Fun Run 2018

”Kami sebagai warga Desa Malangke mendesak Pemerintah Kabupaten Luwu Utara untuk tidak melakukan pelantikan hasil Pilkades Malangke. Kami tidak mengakui hasil Pilkades tersebut, karena banyak pelanggaran didalam prosesnya. Hasil itu harus dianulir, kandidat yang berlaku curang harus didiskualifikasi dan jangan dilantik,” ungkapnya.

Ia membeberkan, sejumlah pelanggaran yang terjadi dalam proses Pilkades tersebut antara lain, warga yang belum memenuhi syarat sebagai wajib pilih diberikan kesempatan untuk memilih. Ia juga mengklaim memiliki bukti adanya salah satu calon yang melakukan praktik politik uang di Pilkades tersebut.

BACA JUGA : Video: Lihat Keseruan Rongkong Fun Run 2018

”Kami juga menemukan adanya warga dari Desa lain yang ikut memilih di Desa kami dengan menggunakan kartu panggilan warga Desa kami yang saat ini sedang berada di Kalimantan. Selain itu, ada juga warga yang memilih lebih dari satu kali, dan ini diakui oleh penyelenggara,” jelasnya.

Sekedar diketahui, Pilkades Malangke diikuti lima kandidat. Hasilnya, Hj. Ratna berhasil dinyatakan sebagai pemenang setelah berhasil mengantongi 232 suara. Hj. Ratna unggul dua suara dari pesaing terberatnya Ardis Baso yang sukses meraup 230 suara. Sementara, Akop, Amd. Pi harus puas berada diposisi ketiga raihan 221 suara. Sementara Hasan S. Ip hanya mampy meraih 181 suara, dan Mursang Wilo hanya mampu meraih 11) suara.

Pada pilkades itu, tercatat 4 surat suara yang dinyatakan batal oleh penyelenggara. (herman)

Komentar