oleh

Sembako Mahal, Kapolres Palopo Sidak Dadakan di PNP

RADARLUWURAYA.com – Sidak dadakan yang dilakukan oleh Polres Palopo menarik perhatian pedagang dan pembeli di Pusat Niaga Palopo (PNP), Senin (13/5).

Sejumlah pedagang dimintai keterangannya, itu terkait tingginya harga sejumlah kebutuhan dapur sejak awal hingga memasuki pertengahan Ramadan 1440 H.

Dalam sidak dadakan itu, Kapolres Palopo AKBP Ardiansyah SIk didampingi Kasat Reskrim Polres Palopo. Juga hadir petugas dari Dinas Perdagangan, Dinas Kesehatan dan Balai POM Palopo.

Sebut saja Ani, pedagang cabai rawit ini mengaku menjual cabai rawit dengan harga tinggi, dikarenakan Ia juga membeli dengan harga yang tinggi.

Sebagian pedagang lagi mengatakan jika cabai rawit tersebut diambil dari daerah Enrekang, harganya naik karena mengikut biaya transportasi dari Enrekang ke Palopo.

Sejumlah kebutuhan dapur yang mencolok harganya yakni bawang putih mencapai Rp65 ribu per kilogramnya, sebelumnya Rp50 ribu per kilogram.

Sedangkan bawang merah dijual Rp40 ribu per kilogramnya. Harga lainnya yang ikut naik adalah cabai rawit yang mencapai Rp50 ribu per kilogramnya.

Selain cabai rawit dan bawang, kenikan juga terjadi pada sayur. Sayur Caisim misalnya, dulunya hanya Rp3 ribu per ikat, sekarang dijual Rp5 ribu per ikat. Kenaikan juga terjadi pada gula pasir yang mencapai harga Rp15 ribu per kilogram.

Kapolres Palopo, AKBP Ardiansyah SIk mengakui adanya kenaikan harga sembako di pasar, namun menurutnya masih dalam tingkat normal.

“Kami bersama Balai Pom, Dinas Perdagangan melakukan pengecekan harga komoditi. Secara umum tidak ada kenaikan signifikan, tetapi harga telur dan bawang memang ada kenaikan tetapi masih tahap normal,” kata Ardiansyah.

Dari hasil pengecekan, lanjut Ardiansyah, kenaikan harga dipicu karena tingginya kebutuhan masyarakat selama Ramadhan.(Niki)

Komentar