oleh

Somasi TP4D Kejati Sulsel, Masyarakat Mangkutana Raya Bakal Bersurat ke Kejagung

RADARLUWURAYA.com – Mosi tak percaya sejumlah masyarakat Mangkutana Raya, Kabupaten Luwu Timur terkait pengawaasan Tim TP4D Kejati Sulsel terhadap proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena yang dikerjakan Kontraktor dari PT. Herba Sari menelan anggaran Rp31.867.911.000 bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

BACA JUGA: Pengawasan Dinilai Lemah, Kejagung Diminta Evaluasi TP4D Kejati Sulsel

Atas hal itu, sejumlah masyarakat sepakat bakal melayangkan surat ke Kejaksaan Agung (Kejagung) Republik Indonesia untuk meminta Tim TP4D Kejati Sulsel dievaluasi.

Demikian diungkapkan salah satu warga Mangkutana Raya, Utta Siddik kepada RadarLuwuRaya.com, Selasa (26/2).

“Tim TP4D Kejati Sulsel tidak becus mengawasi proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi di Kalaena, Kabupaten Luwu Timur. Kami atas nama masyarakat segera melayangkan surat ke Kejaksaan Agung,” tegas Utta.

Somasi (Teguran) yang bakal diberikan ke Kejagung RI terkait pengawasan TP4D Kejati Sulsel yang dinilai lemah bahkan terkesan mengabaikan tugas dan Fungsi pengawasan.

Menurutnya, kalau saja TP4D serius mengawasi proyek tersebut. Maka tidak mungkin kerusakan proyek diberbagai titik terjadi. Bahka soal jumpa pers yang digelar oleh Tim TP4D Kejati Sulsel beberapa waktu lalu, terkesan menyalahkan masyarakat setempat.

Sehingga opini publik yang diarahkan TP4D Kejati Sulsel menurut dia, kerusakan proyek disebabkan karena permintaan masyarakat yang berharap proyek tersebut cepat selesai.

“Jadi disini sebenarnya, bukan masyarakat yang meminta. Tapi, itu adalah kesepakatan rekanan yang akan menuntaskan pekerjaan proyek tersebut. Sementara TP4D Kejati Sulsel seolah-olah menyalahkan masyarakat atas kerusakan proyek tersebut,” pungkas Utta. (*)

Komentar