oleh

Sopir Pengangkut Sawit Keluhkan Antrian, Pemda Lutim Diminta Turun Tangan

Antrian panjang mobil pengangkut kelapa sawit ke pabrik PT. BUMI MAJU SAWIT (BMS) yang berada di Kecematan Angkona desa Manta Dulu, Kabupaten Luwu Timur (anto/radarluwuraya)

RADARLUWURAYA.com – Sejumlah mobil truk memuat buah sawit antri sepanjang jalan disekitar pabrik PT. BUMI MAJU SAWIT (BMS) yang berada di Kecematan Angkona Desa Manta Dulu, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (6/12).

Hal ini membuat sopir pengangkut kelapa sawut di wilayah ini mengeluh menuggu, lantaran tidak ada kejelasan alasan dari pabrik setempat.

Nasib para sopir pengankut kelapa sawit ini belum jelas kapan akan dilayani, bahkan sopir mengaku antri selama satu minggu hingga dua minggu.

Sementara, Para petani kelapa sawit pun dengan kehidupan terbilang susah tidak lagi berharap keuntungan, disebabkan harga buahnya sudah dibelikan oleh pihak perusahan jauh dari harga normalnya.

“Harga sawit cuman Rp 600 sampai Rp 900 paling tinggi, tapi kalau sudah begini antrian mobil truk muat sawit selama 1 – 2 minggu menuggu, pihak perusahan akan kurangi harga mutu buah sawit dari petani,” kata Subhan salah satu warga yang diambil keterangannya.

Selain mengeluhkan antrian, para petani juga sangat mengeluhkan harga sawit yang terbilang murah. Kata dia, buah sawit yang diangkut melalui mobil truk ini ke pabrik menghadapi hambatan antrian panjang sampai beberapa hari. Ironisnya lagi, hal itu membuat buah menjadi busuk dan harus dikenakan potongan sekitar 20-25%/Mobil.

“Harga kelapa sawit di tingkat petani hanya Rp.400/kg dari harga normalnya,” jelas Subhan.

Disebutkannya, Petani sawit sangat berbeda dengan petani tanaman karet yang bisa bertahan lama. Sementara buah sawit harus dipanen, sebab buah yang tidak dipanen akan merusak batang kelapa sawit tersebut. Karena itu para petani tetap memanen buah sawit, tapi hanya ditumpuk dikebun sehingga kondisi ini membuat para patani sawit merugi.

Untuk itu, para petani sawit berharap persoalan ini dapat diatasi Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur melaui kebijakan tertentu, sehingga tidak mengorbankan para petani sawit didaerah ini.

Dari pantauan radarluwuraya.com, semenjak Rabu (5/12) kemarin tepat jam 09.00 wita, menemukan sejumlah sopir mobil pemuat buah kelapa sawit mengantri dan mereka semua mengeluhkan tidak ada kejelasan para pihak Pabrik, PT. Bumi Maju Sawit (BMS) yang berada di Kecematan Angkona desa Mata Buntu Kabupaten Luwu Timur.

Sehingga para supir pengangkut buah sawit berharap, agar segera ada kejelasan dari pihak-pabrik. Sebab hal ini akan mrmbuat para sopir pengangkut buah sawit dirugikan, baik materi maupun waktu.

“Kami harap dari pihak perusahaan agar ada penjelasan, kenapa buah sawit di mobil kami belum diturunkan sedangkan sudah ditimbang,” ungkap salah satu sopir asal masamba yang enggan menyebutkan namanya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan dari pihak parbrik ataupun perusahaan secara jelas terkait antrian panjang tersebut, termasuk solusi dari persoalan ini. (anto)

Komentar