oleh

Sumber Air Bersih Diserobot Swasta, Warga Curhat ke Anggota Dewan

RADARLUWURAYA – Sejumlah warga di Kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, memprotes keberadaan lokasi wisata baru yang berada di tengah pemukiman warga. Protes itu dilontarkan saat Anggota DPRD Kota Palopo, Alfri Jamil melakukan reses masa sidang ke-III di kelurahan Kambo, Kecamatan Mungkajang, Rabu (7/11/18).

Dalam reses yang menyerap aspirasi masyarakat itu, terungkap keluhan warga soal lokasi wisata Bukit Kambo yang mengambil sumber air, dari fasilitas air minum milik warga. Salah seorang warga, Dididappi mengatakan warga sebenarnya menyambut baik adanya tempat wisata itu.

Namun, belakangan warga diresahkan dengan tindakan pengelola yang dinilai menyabotase fasilitas air minum milik warga. “Kami memiliki fasilitas air minum dari mata air yang dibangun oleh pemerintah beberapa tahun lalu, sayangnya pihak pengelola dengan semena-mena memotong pipa saluran air bersih milik warga dengan alas an sudah mendapat persetujuan dari tokoh masyarakat setempat,” ujar Dididappi.

BACA JUGA: Tabrakan Truk Tangki vs Sepeda Motor, Siswa SMA Meninggal di TKP

Akibatnya, warga saat ini kesulitan air bersih lantaran pipa yang seharusnya diperuntukkan untuk masyarakat justru dialirkan tempat wisata itu untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk kolam renang.

“Kami sebenarnya sudah pernah melakukan protes difasilitasi oleh lembaga swadaya masyarakat, namun jawaban dari pihak pengelola bahwa mereka berhak menggunakan air bersih itu karena sudah mendapat persetujuan dari tokoh masyarakat setempat, namun kami tidak tahu siapa tokoh yang dimaksud,” ujarnya.

Mendapat keluhan itu, Alfri Jamil pun bereaksi dan mengaku jika keluhan warga tersebut benar, maka tindakan yang dilakukan oleh pihak pengelola sudah melanggar. Sebab, fasilitas air bersih itu dibangun dengan menggunakan anggaran pemerintah dan peruntukannya adalah kepada masyarakat, bukan untuk pihak swasta.

Dia pun memerintahkan kepada pihak pemerintah kelurahan dan kecamatan untuk memfasilitasi keluhan warga itu serta mencari tahu kebenarannya. Bahkan menurut Alfri, dia juga turut menyarankan pihak penegak hukum untuk turun tangan menelusuri hal itu.

“Seharusnya keberadaan tempat usaha dapat memberikan nilai tambah kepada masyarakat sekitar, bukan justru mengambil hak warga, kami akan menindak lanjuti hal ini ke DPRD Palopo, namun terlebih dahulu pihak Pemerintah Kelurahan dan Kecamatan tolong difasilitasi lebih dahulu,” ujar Alfri.

Dalam reses tersebut, hadir pihak Pemerintah Kecamatan Mungkajang, Babinkamtibmas Mungkajang, Tokoh masyarakat, para ketua RW dan RT se-Kecamatan Mungkajang, dan warga.

Komentar