oleh

Sumber Api Masih Misterius, Di TKP Tidak Ditemukan Tanda Korsleting Listrik

RADARLUWURAYA.com- Tim INAFIS Polres Palopo masih menyelidiki penyebab kebakaran atap Gedung Fakultas FEBI IAIN Palopo, Senin (7/1).

Pasalnya, di TKP tidak ditemukan tanda-tanda adanya korsleting listrik. Kabel sambungan ke genset bersih tanpa ada tanda-tanda terbakar. Apalagi gedung tersebut diakui belum dialiri listrik.

Di TKP, bagian yang hangus terbakar hanya dibagian atap. Dinding bangunan bersih. Selain atap Ondulen yang terbuat dari bahan aspal, api juga melalap plafon yang terbuatp dari bahan gypsum.

Termasuk Instalasi kelistrikan, pemadam, pipa PDAM, CCTV, AC dan
Alumunium foil dan penangkal listrik.

Menurut Site Managet Bangun Buminda, Rendi Agon kerugian ditaksir Ro1,2 miliar.

“Api berasal dari atap turun ke bawah tidak mungkin akibat krosletig. Seandainya akibat korsleting, pasti apinya dari bawah ke atas,” ucap Rendi.

Dugaan lainnya, api diakibatkan efek kaca pembesar dari lampu sorot yang berlapis aluminium yang terpantul cahaya. Namun, dugaan itu terbantahkan, karena menurut saksi, lampu sorot sudah diturunkan sebelum kejadian.

Rendi juga mengatakan, saat ini, pengerjaan atap dan plafon sudah selesai. Saat ini sementara aktifitas pembersihan, kendati demikian ada bagian plafon yang dikerja.

Petugas Pemadam Kebakaran Palopo, Arsil yang dimintai keterangan, mengatakan, dugaan sementara api berasal dari percikan las. Sebab, sebelum kejadian, di TKP tukang sedang melakukan las.

Saat kejadian, para pekerja konsentrasi di bangunan lain. Informasinya, ada dua pekerka di TKP saat kejadian. Hanya saja, dua saksi tersebut belum dapat dikonfirmasi.

“Kami baru tahu kalau atap gedung terbakar setelah diteriaki oleh masyarakat sekitar,” kata salah seorang pekerja.

Gedung ruang kelas belajar IAIN Palopo ini diketahui masih dalam proses pembangunan. Itu berada di Jalan Agatis. Dengan total anggaran pembangunan sebesar Rp22.444.927.000,- yang merupakan sumber dana dari APBN TA 2018.

Dimana pelaksana dilakukan oleh PT Bangun Bumi Indah dan konsultan pengawas adalah PT Elsadai Servo Cons harusnya, bangunan tersebut selesai per 31 Desember 2018.(*)

Komentar