oleh

Syarifudin Daud Tiba Dikediamannya

RADARLUWURAYA.com – Tersangka dugaan Korupsi Dana Hibah Masjid Agung Luwu Palopo, Ketua Yayasan Masjid Agung Luwu Palopo, K.H Syarifuddin Daud telah tiba di kediamannya di Jln Puang H Daud, Kelurahan Tompotikka, Kecamatan Wara, Kota Palopo.

Hal ini di benarkan salah satu warga yang enggan di sebut namanya kepada radarluwuraya.com “Ustas Syarifuddin Daud tiba kemarin di palopo sekitar pukul 16:00 sore,” katanya, Sabtu (15/12/18).

“Alhamdulilah, guru kita sudah adami di palopo,” tuturnya.

Penahanan itu dilakukan setelah berkas dari kasus yang menjeratnya itu dilimpahkan ke Kejati Sulsel, Senin 5 November 2018 lalu oleh penyidik Polres Palopo.

Dilansir dari Palopopos.co.id, sebelumnya Polda Sulsel menetapkan Syarifuddin Daud sebagai tersangka. Tersangka diduga menyalahgunakan dana hibah senilai Rp 5 miliar tersebut. Dimana pihak Yayasan tidak bisa mempertanggungjawabkan penggunaan dana itu.

Syarifuddin Daud disebut terlibat karena diduga telah memindahkan kepemilikan Masjid Agung Polopo yang sebelumnya menjadi aset Pemkot menjadi aset milik yayasan.

Syarifuddin Daud merupakan tersangka ketiga yang ditetapkan oleh Kepolisian. Dua nama sebelumnya telah ditahan adalah Agus dan Masyudi.
Dalam kasus tersebut, Agus berperan sebagai pelaksana kerja, sedangkan Masyudi sebagai pengawas.

Sekadar diketahui, kasus dugaan korupsi dana hibah ini mulai mengemuka pada tahun 2016 setelah Badan Pengawas Keuangan Pembangunan (BPKP) 2016 melansir LHP (Laporan Hasil Pemeriksaan).

LHP BPKP menyebutkan jika pengelolaan dana hibah sebesar Rp 5 miliar dari Pemkot Palopo kepada Yayasan Masjid Agung Palopo tidak bisa dipertanggungjawabkan sejak 2008 hingga 2015. Kala itu, Palopo dipimpin Wali Kota Andi Tenriadjeng. (john)

Komentar