oleh

Tahanan Polsek Bangko Tewas, Propam Turun Tangan

RADARLUWURAYA.com – Kinerja kepolisian kembali menjadi sorotan. Kapolres Rokan Hilir, AKBP Sigit Adiwuryanto dan Kapolsek Bangko, Kompol James Rianov harus berurusan dengan Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Riau.

Pemeriksaan itu buntut dari tewasnya seorang tahanan bernama M Nur Ahmad alias Sokek pada Maret 2019 lalu. Diduga Sokek tewas akibat dianiaya oleh oknum penjagaan Polsek Bangko.

Sokek merupakan satu dari tiga pelaku jambret yang diamankan Polsek Bangko. Dia diringkus setelah menjambret Nur Ain, Kabid Paud di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Rohil yang sedang mengendarai sepeda motor pada Minggu (17/3) lalu. Sedangkan dua pelaku lainnya diketahui bernama Robi dan Anjas.

Ketika itu Nur Ain yang mengendarai sepeda motor juga memboncengi rekannya Linda. Akibat jambret yang dialami itu, Nur Ain dinyatakan meninggal dunia usai mendapatkan pertolongan medis di Rumah Sakit (RS) DR Pratomo, Bagansiapiapi.

Kapolda Riau Irjen Widodo Eko Prihastopo kepada Riau Pos (Jawa Pos Group) menegaskan, Bidpropam akan melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah anggota dalam perkara tersebut. Termasuk kapolres Rohil dan kapolsek Bangko. “Ada, pasti (Kapolres dan Kapolsek diperiksa),” tegas Widodo Eko Prihastopo.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Sunarto menambahkan, Bidpropam telah melakukan pemeriksaan terhadap belasan anggota Polsek Bangko yang diduga menganiaya Sokek. “Sudah 14 orang diinterogasi oleh Propam,” imbuh Narto.

Sejauh ini proses pemeriksaan belum sampai ke Kapolres Rohil AKBP Sigit Adiwuryanto. Hanya saja baru di Kapolsek Bangko James Rianov Rajagukguk. “Ini (kejadiannya,red) di Polsek. Kapolres belum lah (diklarifikasi). Kapolsek ni yang Kompol J (diperiksa),” katanya.

Mengenai sanksi apa yang akan diberikan jika terbukti ada oknum polisi yang terlibat dalam dugaan penganiayaan terhadap Sokek itu. Menurut Sunarto, sanksi akan diberikan sesuai aturan yang dilanggar.

“Masih diperiksa lah. Prinsipnya ditindak sesuai aturan yang berlaku. Kalau dia melakukan pidana terbukti, ya diproses hukum. Kalau melanggar kode etik, ya diproses kode etik. Tapi masih diperiksa,” kata Narto menerangkan terkait ancaman sanksi yang akan diberikan jika terbukti bersalah.

Sebelumnya, Polsek Bangko berhasil melakukan penangkapan terhadap seorang pelaku jambret M Nur Ahmad alias Sokek pada, Rabu (27/3) lalu. Menurut pengakuan Sokek, dalam melancarkan aksi pencurian dengan kekerasan (curas) tidak seorang diri. Melainkan turut dibantu oleh dua rekannya, Robi, dan Anjas. (RadarLuwuraya/Jpc)

Komentar