oleh

Tak Kebagian, Warga Ini Segel Rumah Nelayan di Malangke Barat

RADARLUWURAYA.com – Warga Dusun Tompe, Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat, Luwu Utara, Rasmawati menyegel sejumlah rumah nelayan yang baru saja rampung proses pembangunannya.

Padahal, rumah nelayan yang merupakan Program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ini sudah siap huni. Dari pantauan wartawan radarluwuraya di rumah nelayan tersebut, terlihat sejumlah papan menempel di pintu beberapa rumah nelayan. Juga terdapat tulisan, ‘rumah ini disegel oleh pemilik tanah ini’.

Berdasarkan penelusuran radarluwuraya.com, Rasmawati yang melakukan penyegelan itu adalah pemilik tanah yang diatasnya berdiri bangunan rumah nelayan. Konon, sebelum dilakukan pembangunan rumah nelayan itu, Rasmawati diminta untuk menyerahkan tanahnya kepada pemerintah.

Rasmawati menyetujui permintaan itu dengan syarat ia akan mendapatkan empat unit rumah nelayan setelah proses pembangunannya rampung. Hanya saja, hingga bangunan rumah nelayan itu akan diresmikan, Rasmawati tak kebagian satu unit pun rumah nelayan.

”Rasmawati menyegel (rumah nelayan, red.) karena dia tidak kebagian. Padahal, pernah dijanji untuk diberikan empat unit rumah nelayan. Karena memang diatas bangunan itu dia punya tanah yang diberikan secara gratis ke pemerintah,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Sekedar diketahui, rumah nelayan di Dusun Tompe, Desa Pengkajoang, Kecamatan Malangke Barat Luwu Utara berjumlah sebanyak 56 unit dengan tipe 36 dibangun diatas lahan seluas 1 Ha. Rencananya, Sabtu, (25/08/18) rumah nelayan ini akan diresmikan oleh Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani.

Hingga berita ini diturunkan Camat Malangke Barat, Sulpiadi enggan banyak berkomentar. Ia hanya menyebutkan, jika aksi penyegelan itu terjadi karena adanya kesalah pahaman antara Rasmwati dengan saudaranya yang juga pemilik tanah di atas bangunan rumah nelayan itu.

”Ini hanya miskomunikasi saja antara Rasmawati dengan saudaranya,” kata Sulpiadi. (john/yudi).

Komentar