oleh

Tak Punya Legal Standing, Kejari Tetapkan Tersangka

BELOPA, RADARLUWURAYA.Com–KEJAKSAAN Negeri (Kejari) Luwu akhirnya menetapkan seorang rekanan dalam pengadaan pakaian seragam sekolah di Kabupaten Luwu. Penetapan tersangka dilakukan setelah pihak Kejari melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi tersebut.

Kepala Kejari Luwu, Erny Veronica Maramba, siang kemarin mengatakan bahwa pihaknya dalam menetapkan tersangka dalam kasus itu,m setelah melakukan pemeriksaan terhadap kepala-kepala sekolah yang diduga sebagai konsumen dari pakaian seragam sekolah tersebut. “Iya kami sudah tetapkan rekanan berinisial ‘F’ sebagai tersangka dalam kasus tersebut,” sebut Kajari Luwu.

Pengadaan pakaian seragam sekolah itu menelan anggaran sebesar Rp1,6 miliar dengan menggunakan anggaran yang melekat pada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu tahun 2019 silam. Seragam sekolah itu diperuntukkan bagi siswa SD dan SMP se Luwu.

Dari hasil pemeriksaan terhadap 300-an saksi, lanjut Erny, pihaknya menemukan adanya unsur pidana di dalam kasus itu. Pasalnya, F diduga tidak memiliki legal standing atau kedudukan hukum untuk mengerjakan proyek pemerintah tersebut. Modusnya lanjut Kajari, F menggunakan perusahaan (CV SR) yang berkedudukan di Kota Palopo, milik orang lain dan diikutkan dalam tender proyek pengadaan seragama sekolah tersebut.

Hingga akhirnya perusahaan CV SR ini dinyatakan sebagai pemenang tender. Setelah dinyatakan menang tender, F inilah yang kemudian mengerjakan proyek itu dengan menggunakan bendera CV SR. “Dalam penyelidikan terungkap kalau perusahaan itu ternyata statusnya pinjam pakai,” terang Kajari lagi.

“F ini tidak memiliki legal standing/kedudukan hukum dalam pekerjaan pengadaan ini. Ia meminjam perusahaan, tetapi F yang melakukan proses pengadaan dari sejak awal memasukkan pendaftaran sampai dengan pelaksanaan pekerjaan tersebut,” sebut Erny.

Erny juga mengungkapkan, pihaknya akan mengajukan uji lab kualitas pakaian seragam. Sesuai hasil penyelidikan, ditemukan masih ada siswa baru yang belum menerima seragam. ” Bukti-bukti terus kami kumpulkan. Untuk kerugian negara kami akan meminta ke BPKP guna melakukan audit,” tegasnya.

Sementara itu Kasi Pidsus Eka Haryadi mengatakan, pihaknya masih akan memeriksa sejumlah saksi dalam kasus ini. ” Nanti akan kami sampaikan jika ada perkembangan lagi,” ujarnya.
Informasi yang berhasil dihimpun, Kejari Luwu telah melakukan penyelidikan atas kasus ini sudah lama. Hingga kini, pihak Kejari telah memeriksa sedikitnya 300 saksi.

Umumnya saksi tersebut adalah semua kepala-kepala sekolah yang menjadi sasaran dari proyek pengadaan seragam tersebut. Mereka yang diperiksa umumnya kepala sekolah dan pihak terkait lainnya. ”Sekitar 300 orang sudah dimintai keterangannya.

Kasus ini sudah diekspose dan akan ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke penyidikan,” kata Kajari Belopa, Erny Veronica Maramba. (rlr)

Komentar