oleh

Tanggapi Material Proyek yang Kotori Jalan, Alpian Alwi : Konsultan Pengawas dan PPK Ikut Tanggungjawab

LUTIM, RADARLUWURAYA – Anggota DPRD Luwu Timur, Alpian Alwi menyayangkan material proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili yang mengotori jalan.

Legislator Hanura itu mengatakan konsultan pengawas dan PPK harusnya menegur kontraktor karena berpotensi merugikan pengendara. Apalagi bila hujan turun dipastikan jalan licin sehingga dapat menyebabkan kecelakaan bagi pengguna jalan.

“Ataukah memang konsultan pengawas dan PPK tidak pernah ada di lokasi pekerjaan. Sehingga membiarkan kontraktor bekerja sembraut dengan sisa material seperti itu,” kata Alpian Alwi saat dihubungi via WhatsApp, Rabu (13/1/2021).

Dia menambahkan PPK dan konsultan pengawas harus bertanggungjawab dengan pekerjaan kontraktor. Sebab yang dapat beresiko pada hukum juga ada pada mereka.

“Ini kelalaian yang dilakukan oleh PPK dengan membiarkan kontraktor semena-mena membiarkan sisa material berhamburan di jalan,” pungkasnya.

Selain material proyek, sampah rumah tangga pekerja juga dibuang sembarang dan merusak keindahan lingkungan.

Sebelumnya diberitakan sejumlah warga mengeluhkan material proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili. Pasalnya material berupa tanah merah, pasir dan kerikil itu mengotori jalan yang membuat pengendara tidak nyaman.

Tersebarnya tanah dan krikil tersebut disebabkan adanya aktivitas proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili. Mobil proyek yang mengangkut material berupa tanah dan kerikil tertumpah di jalan, saat menuju lokasi proyek.

Diketahui proyek pembangunan kantor pengadilan agama Malili menelan anggaran Rp 19.895.583.000. Pelaksana proyek itu, PT. Jonjoro Panrita Kampong. Perencana, CV Matra Desain dan Pengawas, CV Cipta Estetika Konsultan. (cha)

Komentar