oleh

Tari Kajangki Wotu Ditetapkan Warisan Budaya Dari 225 Warisan Budaya Tak Benda Indonesia

RADARLUWURAYA.com- Penyerahan sertifikat bertandatangan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Muhadjir Effendy diserahkan di Gedung Kesenian Jakarta atas ditetapkannya Tari Kajangki dari Wotu, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel, sebagai Warisan Tak Benda Indonesia, Rabu (10/10/2018).

Penyerahan Sertifikat tersebut diterima Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan (Sulsel), Andi Musyaffar Syah oleh Dirjen Kebudayaan, Hilmar Faried.

Ditetapkannya Tari Kajangki dari Wotu sebagai Warisan tak benda Indonesia Macoa Bawalipu ke-61, Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri sangat mengapresiasi ditetapkannya Tari Kajangki sebagai warisan budaya tak benda Indonesia.

“Dan saya mengucapkan terima kasih kepasa Pemkab Luwu Timur yang begitu perhatian terhadap budaya khususnya budaya adat Wotu,” kata Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri

Sementara itu Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparmudora) Luwu Timur, Akbar Bahar mengatakan Tari Kajangki diusulkan diawal Februari dan ditetapkan di Agustus 2018.

“Jadi proses verifikasi memakan waktu kurang lebih 6 bulan, Tari Kajangki menjadi salah satu dari 225 warisan budaya tak benda Indonesia”kata Akbar

Akbar menambahkan, prosesnya diawali dengan permintaan usulan warisan budaya tak benda oleh Kemendikbud ke pemerintah provinsi atau gubernur se Indonesia. Atas dasar surat menteri itu, Gubernur Sulsel melanjutkan permintaan tersebut ke 24 bupati/walikota se Sulsel.

Atas disposisi bupati kata Akbar, dinas menindaklanjuti dengan mengusulkan Tari Kajangki dan Tari Sumajo untuk ditetapkan sebagai warisan budaya.

Namun dalam tahapannya, Tari Sumajo tidak cukup referensi sesuai dengan persyaratan yang diminta Kemendikbud berbeda dengan Tari Kajangki.

Proses seleksi dan verifikasi ini dilakukan oleh para pakar dan ahli yang ditunjuk oleh kementerian, serta perwakilan pemprov se indonesia.

“Kalau di Sulsel 24 kabupaten kota yang mengusul, tetapi yang berhasil ditetapkan hanya 10 kabupaten salah satunya Tari Kajangki dari Luwu Timur,” tutur Akbar.

Hadir dalam penerimaan itu, Macoa Bawalipu ke-61, Bau Muh Aras Abdi To Baji Pua Sinri, Oragi Datu Sumardi Noppo To Mecce, Penari Tari Kajangki M Thalib, Kepala Bidang Kebudayaan Disparmudora Luwu Timur, Akbar Bahar dan stafnya Ridwan Arsyad.

Anreguru Olitau, Wahidin Wahid mengatakan Kajangki adalah tarian yang disakralkan.”Tarian biasa ditampilkan sebagai bentuk syukur, jemput tamu agung, dan menghibur para pejuang perang saat itu,” katanya.

Komentar