oleh

Temui Wapres, Ini Dua Agenda Utama Pansus Hibah DPRD Sulsel

RADARLUWURAYA.com – Panitia Khusus (Pansus) Hibah Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sulsel melakukan kunjungan kerja ke Ibukota Jakarta guna menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Pansus Hibah ini menemui JK selaku Ketua Yayasan Masjid Al Markaz al Islami Makassar.

Menurut Ketua Pansus Hibah DPRD Sulsel, Armin Mustamin Toputiri, pada pertemuan yant berlangsung di Istana Wapres, Jakarta, Pansus Hibah DPRD Sulsel membawa dua agenda utama.

“Yang pertama, penjelasan tentang kronologis pembangunan masjid Al Markaz dan lain-lain di lahan Pemprov. Kedua, kami meminta penjelasan tentang surat yayasan yang meminta hibah lahan Pemprov 7 Ha hendak dimanfaatkan untuk apa,” kata Armin.

Dari hasil konsultasi dengan JK, menurut Armin, JK menjelaskan tentang status lahan dimaksud mulanya adalah milik Universitas Hasanuddin (Unhas). Yang kemudian ditukar guling dengan lahan Pemprov di Pangkep.

“Praktis lahan Unhas jadi milik Pemprov, hal itu dilakukan untuk memenuhi hajat Jenderal Jusuf ingin membangun masjid terbesar di Makassar. Setelah Masjid dibangun, kala itu Gubernur Palaguna sekalian ingin menghibahkan lahan tersebut kepada yayasan, tapi Jenderal Jusuf belum siap waktu itu karena kendala pembayaran pajak lahan,” ungkap Armin menirukan penjelasan JK.

Yang kedua menurut JK, kata Armin, sejak 2017 Yayasan Al Markaz kembali memohonkan hibah lahan guna pembangunan sekolah islami bertaraf internasional sesuai rencana awal Masjid Al Markaz dibangun.

“Pak JK menyatakan, bahwa angaran Yayasan untuk pembangunan areal pusat pendidikan itu sudah siap sejak setahun lalu. Sehingga jika hibah itu diberikan, maka pembangunan segera dimulai,” katanya.

Ia mengatakan dengan adanya penjelasan itu, semakin memperkaya informasi dan data bagi pihaknya dalam pembahasan-pembahasan rapat pansus berikutnya.

“Demikian penjelasan 2 poin itu dari Pak JK. Baik sebagai Ketua Yayasan maupun sebagai pelaku utama rencana dan perambungan pembangunan Al Markaz,” tandas Armin. (*)

Komentar