oleh

Terkait Dugaan Korupsi Pujasera Malili, Polisi Tunggu Hasil Tim Ahli

RADARLUWURAYA.com, LUTIM – Proses penyelidikan terus berjalan pada proyek pusat jajanan serba ada (Pujasera) di Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Proyek yang menghabiskan APBD 2018 sebesar Rp 7.8 miliar diduga terjadi tindak pidana korupsi. Rabu, (14/8/2019), Ahli Konstruksi dari Politeknik Negeri Ujung Pandang, Dr Ir Andi Ma’al Latief MT sudah memeriksa bangunan Pujasera Malili.

Andi Ma’al mengelilingi dan memeriksa bangunan tersebut sekitar tiga jam lamanya pada hari itu. Penyidik Polres Luwu Timur masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim ahli untuk kemudian ditindaklanjuti.

“Kami sementara tunggu hasil dari tim ahli. Setelah ada hasil kami akan gelar perkara guna menentukan langkah selanjutnya,” kata Kasat Reskrim Polres Luwu Timur, Iptu Akbar Andi Malloroang kepada TribunLutim.com di kantornya, Jumat (16/8/2019).

“Status Pujasera Malili masih tahap penyelidikan tim penyidik Polres Luwu Timur,” imbuhnya.

Penyidik sudah memeriksa pejabat pembuat komitmen (PPK) bernama Esra Lallo dan kontraktor pada proyek tersebut. Sebelumnya, gabungan fraksi DPRD Luwu Timur merekomendasikan proyek Pujasera Malili tak dibayar.

Rekomendasi disampaikan kepada Bupati Luwu Timur, Thorig Husler dalam rapat paripurna di ruang badan anggaran (DPRD Luwu Timur, Selasa (30/7/2019). Anggota dewan menilai, proyek Pujasera Malili yang sudah selesai dibangun hasilnya tak memuaskan dan belum layak pakai.

“Banggar merekomendasikan kepada saudara bupati untuk tidak menyelesaikan pembayaran ke pihak rekanan,” kata juru bicara gabungan fraksi, Herdinang dalam rapat itu.

“Sebelum mendukung perkuatan sebagaimana direkomendasikan oleh tim ahli diselesaikan dengan tuntas,” imbuhnya.

DPRD Luwu Timur juga meminta surat rekomendasi kelayakan pakai berdasarkan pemeriksaan ulang atas hasil perbaikan yang dimaksud tim ahli.

Diberitakan, Proyek pembangunan Pujasera Malili, Kelurahan Malili, Kecamatan Malili, Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah selesai. Proyek ini mulai dilaksanakan tahun 2018 lokasinya samping Lapangan Andi Nyiwi juga berdekatan Polsek Malili.

Proyek ini menghabiskan anggaran Rp 7.8 miliar yang bersumber dari APBD 2018. Adapun nomor kontrak proyek tertera 14 Agustus 2018 dengan masa pelaksanaan 140 hari kalender.

Adapun kontraktor pelaksana PT Kami Jaya Konstruksi dan konsultan pengawas PT Multicipta Adhirancana.

Ada 12 lapak di dalam Pujasera Malili. Satu di sisi kiri dan kanan. Lantainya Pujasera dari tegel berwarna hitam ada krem. Susunannya ada rapi dan sebagian tidak rapi.

Pada anjungan Pujasera Malili dipasangi pagar. Hanya saja, anjungan terlihat tidak rata dan (tampak miring) jika objek tersebut dilihat dari jembatan Malili. Perancah (scaffolding) juga masih terpasang.  (Art)

Komentar