oleh

Terlibat Kasus Korupsi, Mantan Kadis PU Palopo Ditahan

RADARLUWURAYA — Mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Palopo, Nasrun, ditahan pihak Kejaksaan Negeri Palopo, di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Gunung Sari Makassar, Jumat (12/10/18) kemarin. Selain Nasrun, dua orang lainnya juga ikut dijebloskan ke tahanan.

Kepala Kejaksaan Negeri Palopo, Adianto yang dikonfirmasi membenarkan hal itu. “Iya benar, ada tiga tersangka yang kami tahan masing-masing berinisial SP, AL, dan NS. SP bertindak sebagai rekanan, AL sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), dan NS adalah mantan kepala dinas yang menangani proyek tersebut,” ujar Adianto.

Menurutnya sesuai hasil penyidikan, ketiganya diduga bekerja sama melakukan tindak pidana korupsi pada proyek jalan lingkar barat Kota Palopo yang menghubungkan Kecamatan Bara dengan Wara Barat, dan sesuai hasil audit BPKP, diduga kerugian Negara yang ditimbulkan mencapai Rp1,3 miliar.

BACA JUGA: Ini Nama-Nama Caleg Eks Napi Korupsi Siap Berlaga di Pemilu 2019

Untuk diketahui, proyek jalan lingkar barat Kota Palopo dibangun dengan menggunakan anggaran dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2016 sebesar Rp5 miliar lebih. Proyek ini dibangun pada ketinggian melewati pegunungan yang digerus, dengan total panjang jalan mencapai 6 kilometer, dan lebar 20 meter, yang dibangun guna sebagai jalur alternatif sekaligus pengurai kemacetan di jalanan dalam Kota Palopo.

Namun, pada Februari 2017, Komisi II DPRD Kota Palopo memerintahkan untuk menghentikan pembangunan jalan tersebut setelah mendapat keluhan dari sejumlah elemen masyarakat, karena diduga tidak mengantongi dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

BACA JUGA: Polisi Tahan Kades Pongkeru dan Sita Dana 250 Juta Hasil Korupsi

Pihak Kejaksaan Negeri Palopo sendiri memulai penyelidikan kasus sejak September 2017 karena diduga ada indikasi tindak pidana korupsi. Penyelidikan itu sendiri telah melibatkan puluhan saksi dan dua orang saksi ahli dari Universitas Hasanuddin, dan audit anggaran dari BPKP Sulawesi Selatan.

Komentar