oleh

Tiga Siswa SMA Korban Bencana Sulteng, Bersekolah di Luwu Timur

RADARLUWURAYA.com- Kabupaten Luwu Timur menjadi jalur pengungsian korban bencana gempa dan tsunami yang menimpa Sulawesi Tengah 28 September lalu. Pasca gempa dan tsunami ribuan korban meninggal dunia dan puluhan ribu bangunan rusak parah termasuk fasilitas sekolah.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk dapat memperhatikan korban bencana gempa dan tsunami Sulteng yang melakukan pengungsian agar mendapat perhatian termasuk anak-anak sekolah untuk segera didata dan segera dimasukkan di sekolah mulai tingkat SD, SMP, SMA dan SMK sederajat.

Terkait hal itu, Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 2 Luwu Timur telah menampung sebanyak 3 siswa korban gempa dan tsunami Sulteng yang sedang mengungsi di Luwu Timur untuk melanjutkan sekolahnya.

Ketiga siswa tersebut yakni Kindy Auliya Nur Rahmadani siswa asal sekolah SMA Al-Azhar Mandiri Palu yang saat ini duduk di kelas IX Mipa C, Nur Muslimah siswa asal SMA Lab Scholl Untad Palu yang juga saat ini masih duduk di kelas XII IPS dan Sal Zabilah Aulia Suhra Matemmu siswa SMA Model Terpadu Madani kelas X Mipa 2 yang saat ini sedang mengungsi di Luwu Timur.

“Mereka sudah sepekan masuk sekolah, seperti siswa-siswi yang lainya itu mereka juga sudah mengikuti proses belajar mengajar” kata Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 2 Luwu Timur, Adam, Senin (15/10/2018)

Adam menjelaskan bahwa ketiga siswa tersebut statusnya untuk saat ini masih sebagai siswa titipan korban gempa dan tsunami Palu, Donggala dan Sigi dan keberadaan siswa ini juga sudah di laporkan ke Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dengan status sebagai siswa titipan atau sementara.

“Jadi mereka hanya untuk sementara dititip belajar di sini sambil menunggu situasi pendidikan di Palu kondusif dan berjalan mormal, jika sudah memungkinkan ke tiganya akan dipulangkan lagi ke Palu” jelas Adam

Adam juga menambahkan, bahwa pihak sekolah sudah memberi pilihan kepada ketiga siswa tersebut bahwa jika ketiga siswa tersebut ingin di parmanenkan pihak sekolah bisa menerimanya, tetapi mereka bertahan untuk tetap kembali jika keadaan lokasi bencana Sulteng sudah kembali normal.

“Pihak sekolah kembali menerima 1 siswa, kalau yang satu ini kondisi rumahnya di Palu hancur dan keluarganya meminta agar di permanenkan sekolah disini, hanya saja nama lengkap siswa belum diterima” tutup Adam.

Komentar