oleh

Tingkat Kelulusan Rendah, Pemkab Lutra Harap Aturan CPNS Direvisi

RADARLUWURAYA – Tingkat kelulusan yang rendah pada saat pelaksanaan seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Luwu Utara (Lutra) tahun 2018, beberapa waktu lalu, mambuat Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap agar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) RI, untuk merevisi aturan soal seleksi CPNS, terutama terkait dengan passing grade (ambang batas minimal) pada tes SKD beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM), Nursalim Ramli mengatakan Berdasarkan PermenPAN Nomor 37 Tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD CPNS, maka sepanjang tidak ada perubahan kebijakan untuk menurunkan passing grade, maka tingkat kelulusan untuk seleksi CPNS tahun ini akan sangat minim.

BACA JUGA: Ini Jumlah Peserta CPNS Luwu Utara yang Dinyatakan Lulus Tes SKD

Seperti sudah diketahui bahwa dari 1.078 peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dengan sistem Computer Assisted Test (CAT), khusus di Kabupaten Luwu Utara, hanya ada enam peserta yang berhasil memenuhi nilai ambang batas kelulusan (passing grade), dan dinyatakan lolos SKD. Sementara formasi CPNS Luwu Utara yang akan diterima tahun ini adalah sebanyak 89 orang.

Nursalim pun berharap agar Kemenpan-RB membuat kebijakan terkait passing grade yang dinilai memberatkan peserta.

“Kita berharap pemerintah pusat, dalam hal ini Kemenpan-RB membuat kebijakan untuk merevisi PermenPAN 37 dengan menurunkan passing grade, atau kalau bisa passing grade ini dihilangkan, sehingga kelulusan berdasarkan rangking saja,” harapnya.

Dia pun menyebut, seluruh BKPSDM se-Indonesia akan melakukan pertemuan membahas hasil SKD tersebut, yang jadwalnya akan menunggu seluruh proses SKD berakhir di 17 November 2018 mendatang.

“Feeling saya, insya Allah ada kebijakan lain yang dikeluarkan, karena coba kita bayangkan, banyak sekali formasi, tapi yang lolos sedikit. Penyebab semua ini karena passing grade yang terlalu tinggi, mungkin juga faktor soal yang sulit ataukah memang karena SDM. Kalau memang ada kebijakan, ya mungkin passing grade ini yang kita harap diturunkan. Untuk itu, mari kita bersabar menunggu,” pungkasnya.

Komentar