oleh

Tower Milik Kemenhub di Palopo Disoal, Ini Masalahnya

RADARLUWURAYA.com – Tower Stasiun Radio Pantai (Strop) milik Kementerian Perhubungan (Kemenhub) di Palopo konon disebut-sebut belum mengantongi izin prinsip dari pemerintah kota (Pemkot) Palopo.

Sebelumnya bangunan tower setinggi 30 meter itu juga tak pernah disosialisasikan ke masyarakat.

Atas hal itu warga setempat mengaku sangat menghawatirkan keberadaan tower itu yang dinilai mengancam keselamatan warga yang berada di sekitar tower.

Sehingga warga meminta agar pembangunan tower dihentikan sebelum ada izin dari Pemerintah Kota Palopo dan warga sekitar.

Dengan adanya keluhan tersebut, Komisi I DPRD Kota Palopo turun langsung melakukan peninjauan di kantor Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Stasiun Radio Pantai (Strop) Palopo, Kelurahan Pontap, Kecamatan Wara Utara, Kamis (9/1) pagi tadi.

Hadir dalam peninjauan itu, Ketua Komisi I DPRD Palopo H Herman Wahidin, dan anggota Komisi I DPRD Palopo, H Henry Ghalib.

Juga hadir Lurah Pontap Anjar Lestari, Kepala Distrik Navigasi Kelas I Makassar Stasiun Radio Pantai (Strop) Palopo Hj Hernaninsi, Babinsa, Bhabinkamtibmas, teknisi Strop, dan warga setempat.

Ketua Komisi I DPRD Palopo H Herman Wahidin, disela-sela peninjauan itu mengatakan, pihaknya turun menindaklanjuti aduan warga saat angin kencang.

“Saat terjadi angin kencang, warga sekitar was-was. Ada aduan warga soal tower yang ditakutkan roboh saat angin kencang. Warga ingin menghentikan pembangunan tower ini. Sehingga kami turun melakukan peninjauan untuk mencari solusi dari aduan warga ini,” jelas Herman Wahidin.

Hal senada diungkapkan Lurah Pontap, Anjar Lestari, menyebutkan, sesuai penjelasan pihak tower, itu untuk mendeteksi kejadian di laut.

“Awalnya dikira tower BTS telepon seluler. Sehingga ada protes dari masyarakat. Namun memang tidak pernah ada pemberitahuan akan adanya pembangunan tower setinggi 30 meter dengan diameter 6×6 meter ini,” jelasnya.

Anjar mengatakan, seharusnya sebelum dibangun, harus ada izin prinsip dari dinas perizinan Kota Palopo.

Sementara itu, Teknisi strop dari Kemenhub, Edy, mengaku, tower GMDSS (Global Maritime Distress Safety System) ini sudah diratifikasi pemerintah Indonesia.

“Daerah wajib punya perangkat ini di wilayah yang punya pelabuhan. Ini publik servis. Gunanya untuk menangkap sinyal jika ada insiden di laut. Sebagai sarana keselamatan pelayaran. Sarana komunikasi maritim,” jelasnya.

Ia mengatakan, tower itu dijamin aman, karena ada standar keamanan pembangunan. Tingginya 30 meter, untuk yang ditanam, besi baut sepanjang 120 cm, dengan diameter 1 inci.

Distrik Navigasi Kelas I Makassar, Stasiun Radio Pantai (Strop) Palopo, Hernaninsi, menyebutkan, jika pihaknya hanya sekadar penerima manfaat.

Sehingga terkait soal izin prinsip dari pembangunan tower tersebut, dirinya menyebutkan bukan dari pihaknya.

Warga setempat, Kuddus, yang ditemui di lokasi menegaskan, tower tersebut sebaiknya dihentikan pembangunannya.

Karena dirinya menilai, tower tersebut sangat mengancam warga setempat di areal keberadaan tower milik Kemenhub tersebut.

“Jangan melanjutkan pembangunan tower. Sebaiknya dihentikan sebelum mendapat persetujuan dari warga. (Ale)

Komentar