oleh

Tuntut Presiden Jokowi Cabut DOB, Mahasiswa Yogyakarta; Provinsi Luwu Raya Harga Mati

RADARLUWURAYA.com – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Forum Komunikasi Wija To Luwu Yogyakarta kembali melakukan unjuk rasa di depan UIN Sunan Kalijaga, Kota Yogyakarta, Rabu (23/1/2019).

Aksi ini dilakukan memperingati momen hari Perlawanan Rakyat Luwu ke-73 sekaligus mendorong Pemerintahan Republik Indonesia dalam hal ini Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pencabutan moratorium Daerah Otonomi Baru (DOB) .

Aksi diawali dengan long march dari asrama langkane di Jl Timoho menuju depan UIN Sunan Kalijaga, Kota Yogyakarta sambil membentangkan spanduk berisi tuntutan mahasiswa terhadap pemerintah.

Korlap Aksi, Andi David mengatakan, sebagai masyarakat Luwu Raya. Wija to Luwu Yogyakarta akan terus memperjuangkan semangat dan cita-cita leluhurnya.

Baca Juga; Demonstrasi Tuntut Pemekaran Provinsi Tana Luwu Berakhir Ricuh

Karena dalam perjuangkan pembentukan Provinsi Tana Luwu (Luwu Raya) telah memakan waktu puluhan tahun, namun hingga saat ini belum mampu diwujudkan sebagaiman janji presiden pertama RI, Soekarno kepada Datu Luwu saat itu, Andi Djemma bahwa Luwu akan menjadi daerah Istimewa sebagaimana Daerah Istimewa Aceh, Daerah Istimewa Yogyakarta dan lain-lainnya.

Menurut Andi David, Luwu Raya sudah memenuhi syarat-syarat teknis seperti perekonomian, potensi daerah, sosial budaya untuk melakukan pembentukan provinsi.

“Provinsi Luwu Raya harga mati, kami menuntut pemekaran provinsi Luwu Raya tidak dengan cara makar karena hanya ingin mekar”, teriak David saat berorasi.

Selain tuntut pemekaran Provinsi Luwu Raya, Mahasiswa yang tergabung dalam Organisasi Forum Komunikasi Wija To Luwu Yogyakarta menuntut Pemekaran Kabupaten Luwu Tengah sebagai salah satu calon daerah baru yang bakal masuk di Provinsi Luwu Raya.

Adapun organisasi yang ikut tergabung dalam aksi ini yaitu Forma Lutim Kab. Luwu Timur, Perhipla Kab. Luwu Selatan, Ikapmal Kab. Luwu Utara dan Imapa Kota Madya Palopo.

Aksi ini berjalan damai, aman dan tertib. Setelah itu, massa Mahasiswa ini membubarkan diri setelah melakukan aksi sekitar dua jam. (Utami)

Komentar