oleh

Unanda Wisuda 265 Sarjana Baru !

RADARLUWURAYA – Rapat senat terbuka luar biasa Universitas Andi Djemma (Unanda) dalam rangka wisuda sarjana angkatan XV tahun akademik 2018/2019 berlangsung di Gedung Merdeka Convention Hall (MCH) Kota Palopo, Kamis 15 November 2018.

Rektor Universitas Andi Djemma Dr. Marsus Suti, M. Kesdalam laporannya mengatakan, Jumlah wisudawan dan wisudawati yang diwisuda sebanyak 265 orang dari 9 program studi. Dimana Universitas Andi Djemma Palopo Sebanyak 6 program studi yang sudah berhasil menyandang agreditas B.

“Penerimaan Beasiswa Bidikmisi di Universitas Andi Djemma palopo dari tahun ke tahun semakin meningkat,” kata Marsus.

Pada kesempatan ini ketua Dewan Pembina yayasan To ciung Prof. Dr. H. Mansyur Ramli membawakan Orasi Ilmiah dengan tema ‘Perilaku Dunia Kerja Pada Era Revolusi Industri 4.0’.

Sementara itu, Walikota Palopo yang diwakili Sekda Kota Palopo H. Djamaluddin Nuhun menyampaikan kerinduan masyarakat Tana Luwu akan perubahan status Univeristas Andi Djemma menjadi perguruan tinggi negeri kebanggaan masyarakat Kota Palopo dan Tana Luwu.

Pemerintah Kota Palopo telah berkali-kali menyampaikan dukungan dan komitmen agar harapan tersebut segera terwujud, demi kemajuan pembangunan pendidikan dan penguatan posisi Palopo sebagai salah satu kota tujuan pendidikan di Sulawesi Selatan.

“Saya berharap agar upaya dan perjuangan jajaran civitas akademika Univeristas Andi Djemma tetap bergelora mewujudkan cita-cita tersebut,” katanya.

Ia juga mengatakan, menghadapi tantangan dunia kerja di era revolusi industri 4.0, seharusnya perguruan tinggi sudah tidak menjadikan kuantitas sebagai indikator utama kemajuannya, melainkan mengedepankan peningkatan dan penguatan kualitas lulusannya sebagai kunci kesuksesan perguruan tinggi.

“Olehnya itu, kemajuan bangsa ini sangat ditentukan oleh sejauh mana upaya perguruan tinggi menciptakan inovasi terbaru dan kekinian yang dapat memberi kemaslahatan bersama. Dalam mewujudkan sumber daya manusia yang inovatif dari lingkungan kampus, maka diperlukan penyesuaian sarana dan prasarana pembelajaran berbasis teknologi informasi,” tandasnya.

Bagi mahasiswa dan sarjana, menghadapi Era Revolusi Industri 4.0, menurut Jamaluddin hendaknya disikapi dengan perubahan atau penyesuaian pola dan kerangka pikir dalam menentukan strategi menghadapi dunia kerja.

“Jangan berpikir konvensional dan hanya bertumpu pada satu konsentrasi keilmuan, namun harus bisa belajar berpikir secara generalis, sebab terkadang antara harapan dan kenyataan tidak sejalan. Karena itu, bekali diri anda dengan wawasan serta skil yang lebih, anda harus memiliki kompetensi lain diluar jurusan yang dipelajari selama ini, sebagai langkah antisipasi menghadapi persaingan ketat dunia kerja di era revolusi industri,” saran Jamaluddin.

Intinya kata dia, sarjana harus punya daya saing, sebab salah satu dampak revolusi industri yang diramalkan pada tahun 2020 adalah banyaknya tenaga kerja yang tergantikan oleh fungsi lain seperti robot dan artificial intelegence.

“Ijazah yang dipegang tidak mempunyai arti apa – apa , tetapi yang lebih penting adalah Skill,” tegasnya.

H. Djamaluddin menambahkan terkhusus untuk para sarjana, wisuda bukan akhir dari segala-galanya, akan tetapi wisuda adalah mengahiri proses perkuliahan dan memasuki proses kemandirian diri.

Pada wosud Tersebut, turur hadir Sekda Kota Palopo H. Djamaluddin Nuhung, Ketua Yayasan Tociung Luwu Prof. Dr. Ir. H. Baharuddin Mappangaja, M. Sc, Anggota Komisi X DPR RI, Amran S.E, Ichsan Kasnul Faraby, S. Sos., M. Si, Para Dosen dan Staf Unanda, para orang tua wisudawan/wisudawati serta para undangan. (john)

Komentar