oleh

Vonis Penjara Ahmad Dhani Disebut Ciderai Demokrasi

RADARLUWURAYA.com – Vonis 1,5 tahun penjara yang dijatuhkan kepada musisi Ahmad Dani mendapatkan respon dari Gerindra DKI Jakarta. Penahanan Ahmad Dani di Rutan Cipinang akibat dari ujaran kebencian, dinilai telah mencederai proses demokrasi.

“Hancurlah demokrasi kita. Saudara Dhani sudah masuk di Cipinang. Sebetulnya hukum di negeri ini seperti apa. Ini negara hukum atau kekuasaan. Hari ini kami prihatin atas apa yang sedang dialami oleh Ahmad Dhani,” kata Muhammad Taufik saat membuka diskusi ‘Topic of The Week’ yang digelar Seknas Prabowo-Sandi di Jakarta, Selasa (29/1).

Lanjut Ketua Seknas Prabowo-Sandi ini, Indonesia kini mendekati negara kekuasaan. Hukum sebagai panglima tertinggi sudah tidak lagi memiliki power terhadap kontrol dalam kehidupan.

Foto viral Ahmad Dhani bersama tahanan lain di Rutan Cipinang. (ist)

“Ini harus ditumbangkan. Mari bersama-sama menumbangkan dengan cara konstitusional pada 17 April mendatang bersama (pasangan calon presiden) Prabowo Subianto-Sandiaga Salahudin Uno,” ujarnya.

Ia pun berharap tak ada lagi, orang-orang yang seperti Ahamad Dhani yang menjadi korban dari kekuasaan.

“Mudah-mudahan setelah Ahmad Dhani, tidak ada lagi yang dihukum dengan kesewenangan. Mari kita doakan saudara Dhani memenangkan di persidangan banding nanti,” pungkasnya. (RADARLUWURAYA/FAJAR)

Komentar