oleh

Warga Pongkeru dan Harapan Desak PT CLM Dihentikan

RADARLUWURAYA.com – Sejumlah warga menuntut PT Citra Lampia Mandiri (CLM) Luwu Timur membayarkan kompensasi (Ganti Rugi) atas dampak terhadap pencemaran lingkungan pada tanaman merica di Desa Pongkeru dan Desa Harapan, Kecamatan Malili.

Informasi yang berhasil dihimpun, secara real sebanyak 33 kepala Keluarga yang terkena dampak pencemaran lingkungan oleh perusahaan PT CLM.

Sementara keterangan perusahaan PT CLM yang disebutkan Kepala Teknik Tambang PT CLM, Andi Mariadi, berdasarkan Amdal, hanya 11 KK yang terkena dampak pencemaran lingkungan.

“Dan hanya 5 KK yang akan diberikan konpensasi,” jelas Andi Mariadi dalam pertemuan antara warga dan Manajement PT CLM di Kantor Camat Malili di Pimpin Camat setempat Nur Saifullah, Selasa (5/3).

Pertemuan tersebut belum membuahkan hasil sesuai harapan masyarakat Desa Pongkeru dan Desa Harapan yang menuntut kejelasan pembayaran kompensasi. Untuk itu, aktivitas PT CLM di Desa tersebut diminta warga untuk dihentikan bila pencemaran lingkungan masih terjadi.

Lebih jauh disebutkan Andi Mariadi, pihak PT CLM bakal mendatangkan pimpinan PT CLM dari Jakarta termasuk Dinas Kehutanan Provinsi Sulsel, Senin (11/3) pekan depan.

Data lain menyebutkan, Sebanyak 40 KK yang terkena dampak pencemaran lingkungan di kawasan PT CLM, dan 4 KK lainnya yang berada di luar kawasan PT CLM.

Jadi secara keseluruhan sebanyak 44 KK yang harus di bayarkan konpesasi pencemaran lingkungan.

Tuntutan ini sudah bergulir selama lima bulan, namun hingga saat ini belum ada titik temu. (Ale)

Komentar