oleh

Warga Tuntut PT Vale Segera Pindahkan Batas Kontrak Karya

RADARLUWURAYA.com, LUTIM – Ratusan masyarakat dari 5 desa yang berada di Kabupaten Luwu Timur, mendatangi wilayah pertambangan PT Vale, Selasa (18/06).

Mereka meminta agar, perusahaan tambang nikel tersebut, segera memindahkan batas kontrak karya yang masuk dalam pemukiman masyarakat sekitar.

Dalam orasinya, Ketua Forkopimra, Asruddin menuntut agar PT Vale segera memindahkan serta menghentikan proses pematokan.

Sebab katanya, aktivitas tersebut sangat meresah warga yang bermukim disekitar batas kontrak karya PT Vale.

“Kami kesini datang baik-baik, meminta aktifis PT. Vale memberhentikan aktifitasnya dari jembatan petea karena bagian dari lokasi desa mahalona, juga sampai saat ini kegiatan pematokan meresahkan kami dan menjadi tuntutan masyarakat,” kata Asruddin.

Sementara, salah seorang perwakilan PT Vale dari bidang Eksternal, Rudi yang menemui para demontran enggan mengambil sikap atas tuntutan warga tersebut.

Rudi mengatakan, jika pihaknya bersedia memindahkan patok tersebut, jika pemerintah setempat mengeluarkan rekomendasi.

“Kami akan memindahkan patok, jika mendapat rekomendasi dari pemerintah desa dan masyarakat,” jelas Rudi.

Tidak hanya itu, Korlap aksi, Iksan Kado mengancam jika pihaknya tidak akan berhenti melakukan aksi demontrasi sebelum tuntutan mereka terpenuhi.

“Kami tidak akan berhenti melakukan demonstrasi, jika patok tersebut belum dipindahkan jauh dari pemukiman masyarakat, bahkan tidak boleh ada aktifitas perusahaan di kawasan mahalona raya jika tuntutan kami tidak terpenuhi,” tegasnya.

Dari informasi yang dihimpun, masyarakat dan pihak PT Vale akan melakukan pertemuan yang akan dilakukan di Kantor Desa Mahalona, Kabupaten Luwu Timur, Kamis (20/06) besok. (Tami)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *