oleh

Legislator Hanura Lutim Desak PT-CLM Segera Bangun Smelter

Lutim, Radarluwuraya.com – Legislator Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Luwu Timur, Alpian mendesak PT Citra Lampia Mandiri (CLM) segera membangun fasilitas pengolahan hasil tambang atau smelter.

Sebelumnya, PT-CLM kepada pemerintah sudah berjanji untuk membangun fasilitas pengelolaan hasil tambang.

Namun faktanya, tidak diwujudkan sampai hari ini.

“Iya, berdasarkan janji PT CLM kepada pemerintah adalah dua tahun beroperasi wajib membangun smelter,”

“Sesuai yang tertuang dalam Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) namun faktanya belum diwujudkan,” kata Alpian, Kamis (21/10/2021) via WhatsApp.

Sebelumnya kata Alpian, fraksi Hanura telah mendesak agar pembangunan smelter dimasukkan dalam Rencana Kerja Anggaran Belanja (RKAB) tahun 2021 ini.

“Kita lihat apakah pembangunan smelter tersebut masuk dalam RKAB tahun 2021 ini,”

“Kalau tidak, itu artinya PT CLM tidak serius dan melanggar aturan,” ujar Sekretaris fraksi Hanura DPRD Luwu Timur ini.

Lanjut Alpian, adapun Pusat Studi Hukum Energi dan Pertambangan (PUSHEP) mendorong pemerintah agar segera memberikan sanksi tegas kepada perusahan yang belum atau yang sengaja memperlambat pembangunan smelter.

Peneliti PUSHEP, Jamil Burhan menyatakan, saat ini masih banyak perusahaan yang belum melakukan pembangunan smelter.

Pembangunan smelter merupakan suatu kewajiban yang mesti ditaati oleh setiap perusahaan yang berinvestasi di sektor pertambangan mineral dan batu bara di Indonesia.

“Karena hal itu diperintahkan oleh Undang-Undang No. 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (UU Minerba)” ujar Jamil Burhan dalam laman PUSHEP.

Diketahui, PT CLM sudah beroperasi atau menambang di wilayah Desa Pongkeru, Kecamatan Malili sekitar lima tahun lamanya sejak 2017.

Sementara Kepala Teknik Tambang PT CLM, Ahmad Surana saat itu sudah menyinggung rencana pembangunan smelter oleh PT CLM.

“Smelter menjadi tujuan strategis dari sisi bisnis,”

“Namun tahap sekarang study kelayakan dilakukan kemudian pengembangan area lokasi untuk menunjang sumber daya yang dibutuhkan,” katanya. (Ani)

Komentar