oleh

Luanching Aplikasi BMD, Bupati Luwu Minta Jajajrannya Lakukan Ini

Aplikasi BMD Resmi dilauching oleh Bupati Luwu

LUWU,RADARLUWURAYA.com – Bupati Luwu, H. Basmin Mattayang, membuka secara resmi Launching Aplikasi BMD (Barang Milik Daerah) di Aula Pertemuan Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim), Jumat (27/8) siang kemarin.

Launching Aplikasi BMD ini merupakan tugas belajar Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu, Andi Palanggi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II (PKN TINGKAT II).

Dalam kegiatan ini, Basmin Mattayang,
mengatakan mendukung proyek perubahan PKN II, Inspektur daerah Kabupaten Luwu.

“Apa yang dilakukan hari ini oleh Andi Palanggi adalah hal yang sangat penting bagi tatanan pemerintah Kabupaten Luwu apa lagi terkait administrasi dan inventarisasi barang aset daerah,” katanya.

Disebutkan Bupati Luwu dua periode ini, administrasi dan inventarisasi barang aset daerah begitu banyak sehingga pemerintah bekerja keras dan jajarannya.

Ini karena lanjut Bupati Luwu, begitu banyak aset Pemkab Luwu saat ini yang nyaris kabur keberadaannya karena pelbagai alasan sehingga harus dikejar.

“Contoh tanah yang ada diperbatasan Belopa sebelah kiri sudah diduduki masyarakat, di sana ada 4 rumah tangga. Tanah ini dikuasai hampir satu tahun. Saya sampaikan Dinas Pertanahan agar melalukan pendekatan dan menjelaskan status tanah tersebut. Alhamdulillah, sekarang sudah selesai,” ujarnya.

“Ada juga tanah di perbatasan sebelah selatan pintu gerbang. Ada lahan 1/2 hektar pernah saya bebaskan waktu saya jadi Bupati sebelumnya, juga sudah diklaim, saya juga sudah perintahkan Kadis Pertanahan untuk menyelesaikannya,” lanjutnya.

Itu aset tanah yang sifatnya tidak bergerak, belum lagi kata dia, aset pemerintah daerah yang bergerak seperti mobil, motor dan peralatan elektronik yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

“Ini perlu penanganan serius. Data aset kita baik-baik, aset kita seperti alat berat, mobil, motor, jika sudah tidak layak digunakan, silahkan ajukan penghapusan atau lelang, jika tidak memungkinkan, jadikan besi tua kemudian kita jual,” katanya.

Pada kesempatan ini, Basmin Mattayang, juga menyinggung aset yang dikuasai oknum pejabat di Luwu yang telah pindah tempat kerja. Menurutnya, ini harus segera ditarik karena setiap tahun menjadi pertanyaan BPK.

Untuk diketahui, Launching Aplikasi Taat BMD dan Bimbingan Teknis Admin dan User Aplikasi, dihadiri pula oleh Kejari Luwu, Erny Veronica Maramba dan Kepala Pengadilan Negeri Belopa serta sejumlah kepala OPD.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Inspektorat Andi Palanggi, menjelaskan aplikasi taat BMD merupakan aplikasi berbasis website yang wajib diisi oleh seluruh OPD Lingkup Pemerintah Kabupaten Luwu, pasca launching dan disetujui oleh Bupati Luwu.

Melalui aplikasi BMD ini, OPD melakukan input seluruh aset nya baik yang tidak bergerak berupa tanah maupun aset yang bergerak yakni kendaraan dinas.

“Sehingga ketika data ini paten di aplikasi, pemerintah akan lebih mudah memantau dan mengontrol keberadaan aset Pemda termasuk pada saat ada mutasi pejabat bahkan pindah keluar pejabat atau ASN yang mendapat fasilitas aset seperti kendaraan dinas,” katanya

Andi Palanggi menyampaikan, Launching Launching Aplikasi Taat BMD dan Bimbingan Teknis Admin dan User Aplikasi, merupakan salah satu tahapan dalam.l memenuhi tugas mereka selalu reformer pada Pak tingkat II

Lanjut diterangkan Inspektur Kabupaten Luwu, pengelolaan barang milik daerah merupakan suatu siklus yang terdiri dari 11 tahapan mulai perencanaan hingga pengendalian

Permasalahan yang dihadapi Pemda dalam 11 tahapan ini bisa diurai atau diminimalisir dengan aplikasi taat Barang Milik Daerah. Sebagai contoh kata Palanggi, diperencanaan dalam penyusunan nya tidak disertai dengan analisis kebutuhan di semua SKPD.

“Sehingga meski sudah cukup tetap diusulkan. Dalam sektor penggunaan, setiap perpindahan aset kendaraan dinas tidak disertai dengan berita acara serah terima.

Akibatnya disebutkan Kepala Inspektorat Kabupaten Luwu, tanah milik Pemkab Luwu saat ini sebanyak 2.108 Persil atau bidang yang bersertifikat baru sekira 252 persil atau bidang.

“Kami juga mencatat ada 76 aset kendaraan dinas yang masing dipegang oleh pejabat lama atau.pegawai yang sudah pindah tempat. Kami berharap seluruh OPD berkomitmen dan konsisten dalam pemenuhan data yang kita launching hari ini,” ujarnya.

“Jika ini bisa berjalan, seluruh aset baik yang bergerak atau yang tidak bergerak bisa kita monitor utamanya saat pejabat pemilik aset berpindah,” kuncinya.

Komentar

News Feed