oleh

Sekda Luwu Timur Bahas Pemekaran Desa Arolipu di Kemendagri

LUTIM, RADARLUWURAYA.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Luwu Timur, Bahri Suli mendatangi Kantor Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) di Jakarta, Kamis (30/9/2021).

Bahri didampingi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Luwu Timur, Halsen.  Mereka bertemu Direktur Penataan dan Administrasi Pemerintahan Desa, Aferi Syamsidar Fudail dan Kasubdit Fasilitasi tata Wilayah Desa, Ayu.

Halsen mengatakan, kedatangannya untuk mengkoordinasikan perihal pembentukan Desa Arolipu, Kecamatan Wotu, menjadi definitif.

“Saya kira tujuan kita semua sama, berusaha agar pemekaran Desa Arolipu ini dapat segera terwujudkan,” kata Halsen, Kamis (30/9/2021).

Desa Arolipu pemekaran dari desa induk yaitu Desa Bawalipu. Desa Arolipu terdiri dari Dusun Campae dan Lengkong dengan jumlah RT ada 11. Dusun Campae 4 RT dan Lengkong 7 RT. Jumlah penduduk Desa persiapan Arolipu sebanyak 807 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 3.050 jiwa.

RSUD I La Galigo Wotu masuk dalam wilayah Desa Arolipu, termasuk SMPN 1 Wotu dan SMAN 2 Luwu Timur.

Batalnya Desa Arolipu menjadi definitif karena ekspose tim DPMD Sulsel di Kemendagri masih ada beberapa hal yang perlu mendapatkan penjelasan yang lebih detail.

Sehingga diberi kesempatan untuk pelaksanaan ekspose pada tahap berikutnya. Imbasnya, pada Kamis (16/9/2021), masyarakat menggelar aksi di Jalan Trans Sulawesi di Desa Arolipu, Kecamatan Wotu.

Dalam aksi itu, masyarakat meminta agar status Desa Arolipu secepatnya berstatus definitif. Masyarakat Arolipu meminta Kemendagri segera menerbitkan nomor desa definitif Arolipu.

Halsen menambahkan, koordinasi yang dilakukan ini diharapkan dapat memberikan titik terang terkait status Arolipu. “Sebenarnya, urusan di kabupaten sudah selesai semua. Ini masih ada hambatan dan kami tindaklanjuti lagi,” ujarnya. (Key)

Komentar

News Feed