oleh

Tujuh Mahasiswa UNANDA Diskorsing, GARDEM ke DPRD Palopo

RADARLUWURAYA.com – Aliansi mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Demokrasi Mahasiswa Palopo (GARDEM Palopo) mendatangi kantor DPRD Kota Palopo, Kamis (28/3).

Kedatangannya di kantor DPRD Kota Palopo untuk menagih janji Anggota Komisi I DPRD Kota Palopo terkait
skorsing yang dilayangkan pihak Fakultas Ekonomi Universitas Andi Djemma (Unanda) Palopo yang dinilai secara sepihak.

Mereka diterima oleh Komisi I DPRD Palopo, Bakri Tahir. Hanya saja, saat dilakukannya dialog, pihak birokrasi kampus UNANDA tidak hadir dalak pertemuan itu, Padahal, pihak DPRD sudah melayangkan persuratan.

 

BACA: 

Musrembang Tingkat Kota Palopo Fokus Pengembangan SDM

 

“Semestinya ketika pihak birokrasi memang betul-betul serius menyelesaikan persoalan ini secara baik-baik, harusnya pihak birokrasi mampu untuk hadir pada saat proses dialog berlangsung bukan malah memberikan alasan yang menurutnya sangat tidak masuk akal, karena alasan seperti itu sudah berulang kali dilontarkan,” cetus Febriansyah selaku salah satu mahasiswa yang diskorsing.

Sementara itu, perwakilan komisi 1 DPRD kota Palopo menegaskan akan segera melayangkan surat panggilan kedua ke birokrasi UNANDA serta Yayasan To Ciung Luwu.

Galang saputra selaku Jendral Lapangan Gerakan Demokrasi Mahasiswa Palopo menekankan kepada pihak DPRD kota palopo khususnya Komisi 1 agar mendesak birokrasi Unanda untuk segera hadir guna membahas persoalan tersebut.

 

BACA: 

Pelunasan PBB di Kecamatan Cepat, Bupati Luwu Janjikan Hadiah Motor

 

“Kami sangat kasihan melihat teman- teman kami yang sampai sekarang belum bisa melanjutkan kuliahnya karena terkendala kasus skorsing yang sama sekali tidak ada legitimasi yang kuat karena seperti kita ketahui bersama bahwa hal tersebut tidak sesuai dengan prosedur (SOP),” sebut Galang.

“Kalau memang tidak ada yang ditutup-tutupi kenapa hal ini mesti berlarut-larut sampai 2 bulan lebih, nah sementara teman kami juga membutuhkan pendidikan,” ujarnya. (Niki)

Komentar

News Feed