oleh

2018 Kasus Narkoba di Lutim Meningkat, Ini Rinciannya

RADARLUWURAYA.com – Satuan Reserse Narkoba (Sat Res Narkoba) Polres Luwu Timur merilis hasil laporan kasus Narkotika yang ditangani selama 2018, Senin (31/12).

Dalam laporan yang ditujukan kepada KA BNK Luwu Timur, Kapolres Luwu Timur dan ditembuskan ke Kasubag Humas Polres Luwu Timur, Kasi Propam Polres Luwu Timur menyebutkan, kasus narkoba tahun 2018 mengalami peningkatan sekitar 7.36 % dibandingkan tahun 2017.

Demikian diungkapkan Kasat Resnarkoba Polres Luwu Timur, IPTU Hery Moh. Z.A SH melalui press release yang diterima Radarluwuraya.com.

“Sat Resnarkoba polres Luwu timur telah menangani kejahatan transaksional sebanyak 32 laporan polisi dan penyelesaian sebanyak 32 kasus atau 7. 36 %,” yang terdiri dari berkas perkara yang P.21 sebanyak 23. Dan kirim berkas perkara ke JPU tahap I sebanyak 9 dan di sidik sebanyak 2 kasus,” ungkapnya.

Disebutkannya pula, kejahatan transaksional ada sebanyak 32 kasus yang ditangani dan dituntaskan 32 kasus atau naik sebesar 7.36 %,” dan jumlah tersangka pengguna sebanyak 44 orang naik 11,36 %.

Selain itu, Kasat Res Narkoba Polres Luwu Timur menyebutkan, peningkatan kasus Narkoba terjadi dinilai lantaran wilayah Luwu Timur yang berbatasan langsung dengan Provinsi Sulteng dan Sultra. Sehingga hal ini dinilai menjadi perlintasan peredaran narkoba baik selaku tempat pengiriman barang maupun penerimaan.

Oleh karena itu, untuk dapat meminimalkan peredaran narkoba, maka Polres Luwu Timur menyiapkan alat deteksi diri pada tempat perlintasan dan penyebrangan.

“Modus operansi ( MO) yang semakin canggih dan semakin pintar serta keterlibatan oknum anggota Polri baik sebagai pengedar maupun pemakai/ pengguna sehingga sangat sulit untuk di ungkap bahkan bukan hanya masyarakat Kota tetapi peredaran narkoba sudah sampai ke pelosok desa,” katanya.

Diakui pihanya, narkoba selama ini ditemukan di daerah luar Kabupatn Luwu Timur adalah barang bawaan dari luar Luwu timur dan umumnya dari Kabupaten Sidrap, Kabupaten Pinrang, dan kodya pare pare, Palopo dan makassar. Sehingga dalam memerangi kejahatan narkoba masih sangat diperlukan peran serta seluruh lapisan masyarakat, mass media, termasuk rekan-rekan wartawan.

Adapun hasil pengungkapan tindak pidana narkoba pada tahun 2018 merupakan upaya penyelidikan yaitu melakukan controle delivery ( penyerahan yang diawasi) dan undercaver BUy ( pembelian terselubung). (*)

Adapun rincian jumlah kasus tindak pidana narkotika tahun 2017 dan 2018 yang diklaim mengalami peningkatan yakni

Kasus narkotika:
-Tahun 2017 sebanyak 23
-Tahun 2018 sbyk 32

Jumlah tersangka:
– THN 2017. : 23 org
-. THN 2018. : 44 org

Jumlah barang bukti;

Narkotika;
– THN 2017. : 50.56 gram
– THN 2018. : 74.70 gram

BB Psikotropika
-. THN 2017. NIHIL
-. THN 2018. : 384 Butir
– 158 butir Pill sumadril
– 150 butir pil dextro
– 76. Butir pil THD
– 03 butir. PCC

Komentar