oleh

ACC Sulawesi Cium Aroma Korupsi Proyek Irigasi di Lutim

RADARLUWURAYA.com – Sebagai fungsi pengawasan, kinerja TP4D Sulawesi Selatan Dipertanyakan. Pasalnya, TP4D yang seharusnya gencar mengawasi proyek dengan anggaran yang besar malah kecolongan.

Sehingga TP4D Sulsel dinilai gagal mengawasi terutama untuk proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena yang ada di Kabupaten Luwu Timur.

Demikian diungkapkan Wakil Direktur ACC Sulawesi, Abdul kadir Wokanubun kepada RadarLuwuRaya.com, Selasa (19/2)

“Saya menilai pada kasus ini TP4D gagal melakukan pengawasan, padahal anggarannya cukup besar pada proyek ini, TP4D tidak menjalankan peran sebagaimana mestinya,” jelas Kadir.

Tak hanya itu, dalam proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena yang ada di Kabupaten Luwu Timur tersebut, Wakil Direktur ACC Sulawesi ini juga menilai sarat adanya tindakan adanya dugaan korupsi.

Sehingga aparat penegak hukum diharapkan secepatnya melakukan tindakan, termasuk BPK RI harus secepatnya melakukan audit terhadap anggaran proyek yang bermasalah tersebut.

“Sangat disayangkan, proyek dengan anggaran besar namun sudah rusak. Saya menilai ada dugaan korupsi dibalik pekerjaan ini,” Pungkas Kadir.

Sekedar diketahui, Proyek tersebut merupakan proyek rehabilitasi irigasi induk dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang yang menelan anggaran sekitar Rp32 miliar bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Proyek tersebut dibangun dengan tujuan menyuplai air untuk persawahan di enam Kecamatan yang ada di Luwu Timur.

Tak hanya itu, proyek rehalibitasi pengairan jaringan induk irigasi Kalaena di Kabupaten Luwu Timur tersebut baru saja rampung, namun sudah mengalami berbagai kerusakan seperti retak diberbagai titik bahkan jebol. (*)

Komentar