oleh

Berbeda dengan PSI, NasDem Sebut Perda Syariah Wajar di Indonesia

RADARLUWURAYA – Meski sejalan dalam mengusung pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden pada Pilpres 2019 mendatang, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan Partai NasDem, justeru tidak sejalan dalam pandangan soal Peraturan Daerah yang berbasis agama.

Jikalau PSI menolak adanya perda syariah, partai NasDem justeru mendukung. Menurut Partai NasDem, Perda berbasis agama adalah hal yang wajar di Indonesia. Hal itu diungkapkan Politikus NasDem Teuku Taufiqulhadi kepada Wartawan, Selasa (20/11/18) malam.

BACA JUGA: Insentif RT/RW Dinaikkan Mulai Januari

Bagi NasDem, etiap perda dibuat sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah. Karena itu, perda berbasis agama adalah sebuah hal wajar.

“Semua perda dibuat untuk kepentingan keunikan daerahnya. Perda itu dibuat untuk merespon kebutuhan daerah tersebut,” kata Teuku Taufiqulhadi.

Ia membeberkan beberapa contoh Perda agama yang diberlakukan dibeberapa daerah, yang memang semestinya di terapkan. Misalnya, kata dia, ada perda guru ngaji. Dibuatnya perda itu disebabkan di daerah tersebut banyak guru ngaji yang mana kehadiran mereka selama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan harus didukung.

BACA JUGA : Tim Jatanras Polres Palopo Sisir Warung Ballo

“Apakah itu perda agama atau bukan? Kalau saya lihat itu masih berkaitan dengan agama, dan itu tidak masalah,” ucapnya.

Begitu pula di provinsi Aceh. Daerah yang dijuluki Serambi Mekah tersebut menerapkan aturan syariat Islam. Dia mengatakan, soal perda ini tak perlu dipermasalahkan kembali.

“Di Aceh lebih khusus lagi. Provinsi itu memang menerapkan syariat Islam. Jadi, jika ada perda agama, itu relevan saja. Kita tidak perlu tarik urat dalam perkara yang sudah jelas tersebut,” kata legislator DPR RI itu. (*)

Komentar