oleh

BKN Tegaskan, Hanya Peserta CPNS yang Ikut Seleksi SKB

RADARLUWURAYA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia sangat berhati-hati dalam melakukanb verifikasi terkait calon peserta Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2018.

Itu dilakukan guna mengantisipasi adanya peserta yang merasa dirugikan akibat proses verifikasi yang dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas). Kepala BKN, Bima Haria Wibisana memastikan tidak akan ada nama yang bukan peserta tes CPNS 2018 disusupkan dalam perangkingan. Sebelum diumumkan sebagai peserta SKB, nama-nama peserta diverifikasi dulu.

Bahkan untuk peserta yang sudah lulus passing grade diproteksi oleh Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dengan demikian tidak ada satu pun peserta yang dirugikan.

BACA JUGA : CPNS Minim Lolos Seleksi, Kemenpan-RB Tunggu Kajian Panselnas

“Kalau metode perangkingan kan diambil yang nilai tertinggi. Jadi enggak mungkin orang yang enggak ikut tes dan nilainya rendah bisa diluluskan untuk ikut tahap SKB,” kata Bima. Selasa (20/11).

Peserta yang akan kena kebijakan baru ini bisa mengikuti SKB. Jumlahnya sesuai aturan yakni 3x formasi. Saat ini, panitia seleksi nasional (Panselnas) tengah melakukan verifikasi data dan dilakukan 24 jam. Validasi ini sifatnya sangat hati-hati karena menyangkut nasib orang banyak.

“Di-check lagi datanya ada yang salah enggak. Khawatirnya ada yang salah kalau diumumkan dan bisa bikin masalah baru lagi,’ ucap Bima.

Ia menyebutkan, PermenPAN-RB yang baru dalam waktu dekat ini sudah diterbitkan. Ini karena waktu seleksi lanjutan (SKB) makin dekat. (*)

Komentar