oleh

BPBD Lutra Edukasi Kebencanaan Peserta Jambore Pramuka

RADARLUWURAYA.com – Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu Utara, Alauddin Sukri, tidak ingin menyia-nyiakan perhelatan Jambore Cabang Gerakan Pramuka untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada 2.200 peserta yang semuanya pelajar SD – SMP.

BACA JUGA; Pengajian dan Dzikir Bersama, Direktur Radarluwuraya.com Santunani Anak Panti Asuhan

Jambore ini digelar sejak 29 Desember 2018 sampai 3 Januari 2019 di Desa Lantang Tallang Kecamatan Masamba.

Di hadapan peserta, Alauddin memperkenalkan upaya pencegahan, penanganan dan rehabilitasi jika terjadi bencana. “Ini bagian dari upaya kita memberikan edukasi kebencanaan kepada anak sekolah, sekaligus sebagai tindak lanjut dari MoU antara BPBD, Dinas Pendidikan dan PMI untuk membangun Sekolah Siaga Bencana (SSB) di Luwu Utara,” ujar Alauddin, Selasa (1/1), di lokasi perkemahan.

BACA JUGA; Peringati HAB ke-73, Kemenag Lutra Gelar Jalan Sehat Antar Umat Beragama

Alauddin saat mengedukasi peserta jambore banyak mengupas tentang upaya pencegahan bencana. Ia menguraikan tentang bagaimana mengurangi korban jika terjadi bencana yang dimulai dari diri sendiri, keluarga, dan masyarakat untuk selamat. “Alhamdulillah, respon peserta sangat besar dalam memahami upaya penyelamatan dari bencana,” tutur Alauddin.

BACA JUGA; 2018 Kejahatan di Lutra Alami Peningkatan Drastis, Ini Buktinya

Untuk memperkuat pemahaman peserta tentang kebencanaan, Alauddin membekali peserta dengan memberikan buku bacaan terkait kebencanaan. “Biar mereka bisa lebih memahami lagi tentang upaya pencegahan, penanganan dan rehabilitasi saat terjadi bencana. Buku ini bisa menjadi bahan bacaan alternatif yang sangat bermanfaaat dan tentunya mengedukasi mereka,” pungkas Alauddin. (Hms)

Komentar