oleh

BSMI Luwu Raya Gelar Aksi Damai Bela Uyghur di Cina

RADARLUWURAYA.com – Perihatin terhadap penindasan yang dialami umat islam Uyghur di Cina, Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Luwu Raya gelar aksi damai di Jalur 2 kantor Bupati Kabupaten Luwu dan perempatan lampu merah Kota Belopa, Rabu (2/1).

Sebenarnya, aksi yang di gelar BSMI Luwu Raya ini dimulai sejak tanggal 1 Januari kemarin dan akan di lanjutkan dengan aksi petisi atas keprihatinan dan tidak setuju atas perlakuan Cina terhadap rakyat uyghur tanda tangan petisi sebagai bentuk kepedulian.

Uyghur adalah etnis muslim yang saat ini mengalami kekerasan dari rezim komunis China. Penindasan yang dialami bukan hanya secara fisik, termasuk intervensi aqidah. Seperti misalnya adanya larangan sholat dan bahkan sampai pelarangan nama islam atau yang berbau islam.

Untuk itu, dalam aksi damai relawan BSMI Luwu Raya menggunakan topeng bergambar bendera Uyghur yang membungkam mulut, dimaksudkan selain sebagai aksi damai hal ini sebagai simbol diamnya negara-negara di dunia terhadap penindasan muslim uyghur.

Ketua BSMI Luwu, Khaidir Arifin berharap, aksi damai ini mampu menjadi stimulus dan perhatian pemerintahan, kususnya Indonesia, bahkan Negara-Negara dibawah naungan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk turut serta dalam membebaskan muslim Uyghur di Cina dari kekerasan pemerintah setempat.

“Semoga dengan aksi kecil ini, masyarakat luas tahu khususnya masyarakat Kabupaten Luwu bisa mengetahui adanya kedzoliman tersebut dan bisa mendoakan saudara-saudari kita yang mengalami cobaan tersebut karena doa adalah senjata kuat yg dimiliki umat islam,” harap Khaidir. (Ana)

Komentar