oleh

Buntut Kinerja KPU Dinilai tak Profesional, Polres Morowali Amankan Satu Pengacau

RADARLUWURAYA.com – Unjuk rasa di depan kantor KPU berakhir bentrok, satu orang ditangkap karena dianggap sebagai provokator. Hal tersebut buntut dari ketidak puasan masyarakat terhadap kinerja Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Kabupaten Morowali, Kamis (22/3).

Kapolres Morowali, AKBP Dadan Wahyudi SIK dalam keterangan resminya kepada media menyebutkan, kegiatan ini merupakan rangkaian simulasi Sistem pengamanan Kota (Sispamkota) yang dilaksanakan Polres Morowali usai melaksanakan Apel Gelar Pasukan kesiapan pengamanan Kampanye terbuka dan Pemungutan Suara Pemilu 2019 di Mapolres Morowali.

BACA: 

Mendadak Evi Masamba Isyaratkan Bakal ‘Menjanda’

 

Selain itu kata dia, hal ini dilakukan untuk meningkatkan profesionalisme dan kesiapan personel Polres Morowali dalam menjamin keamanan selama Pelaksanaan Pemilu 2019 berlangsung.

“Simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) ini dilaksanakan langsung oleh Polres Morowali bersama personel Brimbo Subden IV B Por Morowali,” katanya.

BACA: 

Mobil Dinas Bupati Luwu Rp2 Miliar Jadi Sorotan, Ketua DPRD: Itu Tidak Masalah

 

Untuk diketahui, kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Apel gelar pasukan yang dihadiri oleh Ketua KPUD Morowali Utara, Komisioner KPU dan Panwaslu Kabupaten Morowali Utara, perwakilan partai, ormas dan tokoh masyarakat serta peserta apel yang terdiri dari personel Kodim 1311 Morowali, Kompi 714 senapan B Morowali, Dishub Kabupaten Morowali Utara dan Satpol PP Kabupaten Morowali Utara.

“Kegiatan apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak dan masif di seluruh Indonesia khususnya di wilayah Kabupaten Morowali dan Kabupaten Morowali Utara, Sulawesi Tengah,” ungkapnya.

Tak hanya itu, kegiatan simulasi tersebut dilaksanakan secara sistematis sesuai perkembangan situasi serta kenyataan yang biasa sering terjadi dilapangan.

Sehingga dengan kegiatan seperti ini, seluruh personel dapat mengatahui dan memahami peran dan fungsi serta tindakan apa saja yang harus mereka lakukan jika menghadapi situasi seperti ini di lapangan.

“Sehingga pelanggaran yang bisa saja terjadi di lapangan, dapat dimininalisir,” tandasnya. (Fid)

Komentar