oleh

Cegah Pemilih Ganda, Ini Yang Dilakukan Bawaslu

RADARLUWURAYA.com – Bawaslu mulai menyisir data pemilih ke 514 kota dan kabupaten di 34 provinsi sejak Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu 2019 ditetapkan KPU.

Ketua Badan Pengawas Pemilu Abhan menjelaskan penyisiran ini silakukan selama 10 hari terhitung sejak Rabu (5/9) lalu.

Hal ini dilakukan agar tidak ada pemilih ganda dalam Pemilu 2019 mendatang.

Menurutnya potensi pemilih ganda masih besar. Pasalnya dari sampel 76 kabupaten dan kota Bawaslu menemukan 131.000 data pemilih ganda dalam DPT Pemilu 2019.

“Mungkin yang 76 bisa kurang, tapi yang selebihnya 438 dari 514 (kabupaten atau kota) ini mungkin ada tambahan,” ujar Abhan kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/9).

Lebih lanjut Abhan meminta masyarakat ikut aktif melaporkan adanya pemilih ganda, atau aktif melakukan perekaman KTP-elektronik untuk mempermudah KPU dalam merekapitulasi data pemilih.

Selain masyarakat partai politik juga diminta ikut bekerja mendorong konstituennya untuk melakukan perekaman KTP-elektronik.

“Tentu ini juga harus didorong seluruh stakeholder ya,” ujarnya.

Sebelumnya KPU menetapkan DPT Pemilu 2019 dalam rapat pleno rekapitulasi DPT tingkat nasional di Kantor KPU, Menteng, Jakarta, Rabu (5/9).

Dalam DPT tersebut terdapat 187.781.884 pemilih yang terdaftar. Jumlah itu terdiri dari 185.732.093 pemilih di dalam negeri dan 2.049.791 luar negeri. (RMOL/tiara)

Komentar