oleh

Dari Bank Sampah, Warga Palopo Ini Bayar Iuran BPJS Ketenagakerjaan

RADARLUWURAYA.com – Cara unik dilakukan oleh warga Kecamatan Mungkajang. Hanya dengan aktif mengelola bank sampah, mereka menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Tercatat sebanyak 105 warga di Kecamatan Mungkajang terdaftar sebagai peserta dengan cara mengelola sampah plastik yang ada di sekitar lingkungan mereka.

Hasilnya dijual untuk membayar iuran BPJS Ketenagakerjaan setiap bulannya.

Penyerahan secara simbolis kartu kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada masyarakat Kecamatan Mungkajang berlangsung di lantai 4
Mega Plaza Palopo, Selasa (14/5).

Penyerahan kartu tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Palopo, Hendrayanto disaksikan Deputi Direktur Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi Maluku, Toto Suharto, dan Asisten I Setda Palopo, Drs H Burhan Nurdin, M.Si disaksikan seluruh camat se Kota Palopo.

Hendrayanto dalam sambutannya berterima kasih kepada Pemkot Palopo dan Kecamatan Mungkajang karena telah menumbuhkan kesadaran kepada masyarakat bahwa pentingnya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Dan hebatnya lagi masyarakat hanya mengelola sampah plastik yang ada dilingkungan sekitarnya untuk menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan. Selain untuk menjaga kebersihan juga untuk mendapat jaminan perlindungan.

”Semoga seluruh kecamatan yang ada di Kota Palopo ikut serta dapat program pengelolaan sampah ini yang menghasilkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakatnya,” ujarnya.

Menurutnya, rata-rata masyarakat di kecamatan Mungkajang bekerja sebagai pekerja non formal seperti petani, nelayan, pedagang, ojek dan lain sebagainya.

Sehingga untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan harus mendaftar secara mandiri sehingga berbeda dengan pekerja yang bekerja di perusahaan dimana perusahaannya yang daftarkan sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, mewakili Wali Kota Palopo, Asisten 1 Setda Kota Palopo, Drs H Burhan Nurdin mengatakan ini merupakan inovasi baru yang sama sekali belum ada di daerah lain.

”Wali Kota sampaikan agar hal ini dapat diteruskan dan dicontoh masyarakat lainnya, bagaimana bisa memanfaatkan sampah menjadi lebih baik lagi,” kata Burhan.

Dalam sosialisasi disampaikan hanya dengan Rp5.400 atau dengan menjual 2.2 Kg sampah plastik masyarakat sudah mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan selama 1 (satu) bulan.

Dengan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKm), sehingga banyak masyarakat tertarik untuk mengikuti program tersebut dan jika peserta mengalami kecelakaan kerja maka seluruh biaya pengobatan ditanggung sampai sembuh oleh BPJS Ketenagakerjaan.(Niki)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *