oleh

Demonstrasi Pemuda Towuti Berakhir Ricuh, Ini Tuntutannya

TOWUTI,RADARLUWURAYA.com – Sejumlah massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Pemuda Towuti Bongkar Masalah Kerja (Geptbomkar) demoTiga perusahaan di Kabupaten Luwu Timur yakni PT. Sinar Kasih Sorowako, PT. Maju Jaya Sorowako, dan PT. Saewerigading Utama Sorowako, Rabu (17/6) kemarin.

“Sehubungan dengan kegiatan rekrutmen tenaga kerja dan terbukanya lowongan kerja oleh tiga perusahaan PT. Sinar Kasih Sorowako, PT. Maju Jaya Sorowako, dan PT. Saewerigading Utama Sorowako. Menurut hemat kami ada yang perlu untuk dievaluasi mengenai proses rekrutmen tenaga kerja,” bunyi surat pemberitahuan aksi massa Geptbomkar yang ditanda tangani Jenderal Lapangan, Akbaruddin bersama Wakilnya, M Efendi.

Pantauan awak media ini, aksi demonstrasi berlangsung di Kecamatan Towuti tepatnya di simpang tiga Enggano, Sorowako – Towuti. Demonstrasi tersebut awalnya berjalan lancar, namun mulai ricuh saat massa demonstrans bersikeras saat hendak menghentikan kendaraan milik salah satu perusahaan yang akan dijadikan panggung orasi.

Akibat hal itu, aparat kepolisian Polres Luwu Timur yang berada di lokasi langsung menghalau massa demonstran yang masih tetap bersikeras menghentikan kendaraan milik salah satu perusahaan di Luwu Timur.

Akibatnya, aksi saling dorong antara Polisi dan massa demonstran tak dapat terhindarkan. Aksi unjuk rasa berakhir ricuh.

Dengan cepat aparat Polres Luwu Timur mengamankan beberapa orang dari massa demontrans yang dinilai melakukan provokasi.

Wakil Katua II DPRD Luwu Timur, H Usman Sadik yang nampak hadir dalam aksi Demonstrasi Pemuda Towuti saat dikonfirmasi wartwan Radar Luwu Raya enggan menjawab pesan singkat yang dikirim melalui WhatApp, Kamis (18/6).

Adapun poin tuntutan massa aksi unjuk rasa tersebut diantaranya, menolak system recruitmen outsourching project process plant PT. Vale Indonesia Tbk, 3 kontraktor (unsur pemberdayaan dalam tiap tahapan tidak berjalan sesuai konsep CSR, serta tidak mempertimbangkan aspek keadilan 4 (empat) wilayah pemberdayaan tenaga kerja lokal dan kontraktor/ supplier lokal.

Terjadi tumpang tindih dan kesalahan prosedural dalam melakukan seleksi system recruitmen sehingga mekanisme yang dilakukan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara independent (penerimaan dilakukan 3 kontraktor hasilnya ditentukan oleh PT.Vale Indonesia Tbk (PT VALE tidak punya lisensi untuk pengetesan tenaga kerja/ fit and proper test biasanya dilakukan oleh lembaga/ institusi khusus).

Mewajibkan kontraktor nasional untuk menempatkan hak-hak buruh sesuai dengan
amanat dan perintah undang-undang. (rif-ale/rlr)

Komentar